Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dinperinaker Siapkan Anggaran Pelatihan Rp 3,5 Miliar

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 2 Juli 2024 | 20:39 WIB
ENTASKAN KEMISKINAN: Pelatihan wirausaha pembuatan makanan ringan oleh Dinperinaker Bojonegoro. Rerata diikuti ibu rumah tangga. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
ENTASKAN KEMISKINAN: Pelatihan wirausaha pembuatan makanan ringan oleh Dinperinaker Bojonegoro. Rerata diikuti ibu rumah tangga. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) tahun ini menyasar 840 peserta. Baik anak muda hingga ibu rumah tangga. Harapannya dapat mengentaskan kemiskinan dan menekan angka pengangguran terbuka (TPT).

‘’Tahun ini ada 42 paket pelatihan dan uji kompetensi. Masing-masing paket berisi 20 orang,” jelas Sub Koor Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Rochana Senin (1/7).

Dia melanjutkan, berdasar data dinperinaker, ada 42 paket pelatihan dan bimtek maupun uji kompetensi tahun ini. Setiap paket diikuti 20 peserta.

Artinya total peserta keseluruhan 840 orang. Rinciannya 32 paket pelatihan kewirausahaan ditujukan masyarakat kurang mampu dengan anggaran bersumber dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Alokasinya sebesar Rp 1,3 miliar.

‘’Ini dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu. Pesertanya berdasar data damisda (data mandiri masyarakat miskin daerah),” terang perempuan domisili Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro itu.

Sedangkan, 10 paket lainnya, lanjut dia, dua untuk pelatihan kewirausahaan dan delapan uji kompetensi ditujukan anak muda usia 18-30 tahun.

Anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 2,2 miliar. Total seluruh paket mencapai Rp 3,5 miliar.

‘’Untuk pelatihan kewirausahaan ini dilakukan enam hari. Sedangkan, uji kompetensi 30 hari dan mendapat sertifikat. Yang berjalan saat ini uji kompetensi K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Dalam pelatihan setiap peserta mendapat Rp 50 ribu per hari. Tujuannya untuk praktek atau bekal setelah mengikuti,” paparnya.

Sementara itu, untuk jenis pelatihan, tambah dia, disesuaikan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Karena sebelumnya telah mengajukan kuesioner atau survei kebutuhan jenis pelatihan. Menurutnya, paling banyak diminati yakni pengolahan hasil pertanian. ‘’Survei ini dilakukan di 28 kecamatan,” pungkas perempuan 55 tahun itu. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dinperinaker #uji kompetensi #apbd #Bimtek #k3 #ibu rumah tangga #Pelatihan #kerja #Anak Muda #kewirausahaan #bojonegoro #TPT