BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tercatat dua desa belum mengajukan pencairan dana desa (DD) hingga alokasi dana desa (ADD) tahap pertama. Yakni, Desa Kacangan, Kecamatan Malo; dan Desa Talok, Kecamatan Kalitidu.
Realisasi bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) per 26 Mei baru mencapai 31,35 persen. Seharusnya 50 persen. Pemerintah desa (pemdes) diimbau segera menyalurkan.
‘’Untuk DD tahap satu terakhir pengajuannya 15 Juni,” kata
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Machmuddin
Machmuddin melanjutkan, besaran penyaluran BLT DD berbeda dari tahun sebelumnya. Menyesuaikan masing-masing desa dengan maksimal 25 persen dari alokasi DD.
Sedangkan, pada 2023 diatur minimal besarannya, yakni 10 persen dan maksimal 25 persen. ‘’Awalnya BLT DD ini untuk penanggulangan Covid-19. Saat ini diarahkan untuk menangani kemiskinan ekstrem,” jelas dia.
Terkait mekanisme penyaluran, tambahnya, juga menyesuaikan masing-masing desa. Bisa disalurkan setiap bulan atau triwulan. Nominalnya Rp 300 ribu per bulan/keluarga penerima manfaat (KPM). Penerimanya berdasar musyawarah desa (musdes) yang dituangkan dalam peraturan kepala desa (perkades). ‘’Misal KPM meninggal siapa gantinya berdasar musdes,” imbuhnya.
Dia menambahkan, realisasi BLT DD bisa diakses di aplikasi Siap Desa Bojonegoro. Berdasar pelaksanaan anggaran BLT DD 2024, realisasinya masih di angka 31,35 persen. Padahal, memasuki akhir Mei. Rerata kecamatan belum merealisasikan setengah dari anggaran.
Seperti Kecamatan Balen, dari anggaran Rp 2,1 miliar baru terealisasi Rp 537 juta. Penyalurannya kurang Rp 1,6 miliar. Dan Kecamatan Kapas dengan anggaran Rp 2,4 miliar baru merealisasikan Rp 552 miliar. Artinya kurang Rp 1,9 miliar. ‘’Sekarang sudah memasuki akhir Mei dan sebentar lagi Juni. Mestinya mendekati 50 persen di pertengahan tahun. Dan sekitar 40 persen di bulan ini,” tuturnya.
Sehingga desa diimbau segera mencairkan DD dan menyalurkan BLT DD. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari