BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penggunaan pupuk organik perlu digenjot. Terlebih memiliki banyak manfaat, baik untuk tanaman maupun tanah. Selain itu, biaya produksi semakin rendah.
Salah satunya petani di Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras yang menjadi pilot project penggunaan pupuk organik. Hasilnya tembakau bisa ditanam dan panen pada musim penghujan. Selain itu, masa panen bisa lebih cepat 10 hingga 15 hari.
Henri Susilo, penemu pupuk organik mengatakan, penguaan pupuk organik membuat tanaman tidak membutuhkan obat banyak, hanya 10 persen, 50 persen pupuk kimia dari penggunaan pada umumnya. Tentu menunjukkan tanaman lebih tahan dari penyakit.
‘’Karena tanaman sehat, tidak bergantung pupuk kimia,” jelasnya.
Menurut Henri penggunaan pupuk organik bisa menekan biaya produksi. Sedangkan kuantitas dan kualitas produksi semakin naik. Tentu keuntungan petani juga lebih tinggi.
‘’Masa panen maju sekitar 10 hinga 15 hari,” ungkapnya.
Pupuk organik yang digunakan petani di Desa Genjor, sudah diuji efektivitas di Malang. Tidak ada yang percaya bahwa hasil penggunaannya membuat musim penghujan bisa menanam tembakau.
‘’Sudah dicoba di beberapa tempat,” jelasnya.
Pria asal Lamongan tersebut awalnya tidak kenal dengan petani yang menjadi pilot project, hanya berkomunikasi melalui WhatsApp. Lalu mencoba menawarkan dan memberikan pupuk organik secara cuma-uma. Bahkan ketika ada kegagalan siap mengaganti rugi.
Pupuk organik yang diproduksi oleh Henri menggunakan metode fermentasi seperti bir. Sehingga semakin lama semakin baik. Juga tidak ada batas kadaluarsa, berbeda dengan pupuk organik lainnya yang dua tahun sudah kadaluarsa.
Henri sudah menemukan dan menciptakan pupuk organi sejak 1997. Berbagai tanaman sudah dicoba menggunakan pupuk tersebut. Mulai padi hingga pisang cavendis. Hasilnya berdampak baik pada tanaman tersebut.
‘’Petani di Desa Genjor meminta dibina lagi untuk tanaman cabai,” terangnya.
Henri menambahkan pupuk organik buatannya bisa meningkatkan kulaitas tanah, membunuh bakteri dan virus di tanaman hingga tanah. Juga petani bisa mendapat hasil panen lebih banyak dengan biaya produksi lebih sedikit. Sehingga ke depan bisa meningkatkan minat pemuda menjadi petani.
‘’Semoga ini sampai ke masyarakat luas dan pemerintah, sehingga lebih banyak yang tahu manfaat pupuk organik,” harapnya. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari