BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lahan pertanian di Kecamatan Baureno, Dander, dan Kapas memasuki musim panen. Totalnnya sekitar 10.000 hektare (ha).
Dengan harga jual gabah sekitar Rp 8.300 hingga Rp 8.4000 per kilogram (kg). Namun, pada musim panen ini tidak sedikit petani yang memilih untuk menebaskan (menjual langsung) padinya daripada menanen sendiri.
Pilihan tersebut justru berakhir pada penyesalan, karena harga gabah dan beras yang melambung saat ini.
Darmini petani di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander mengatakan, telah menebaskan hampir keseluruhan tanaman padinya. Meski mengalami kenaikan harga tebasan pada musim panen saat ini. Namun, ia mengaku menyesal karena hampir keseluruhan tanaman padinya telah ditebaskan padahal harga gabah dan beras sedang tinggi.
‘’Dari lima petak sawah yang saya tanami padi, empat petak dengan ukuran lebih besar sudah saya tebaskan semua. Tinggal menyisakan satu petak sawah kecil dengan hasil panen sekitar empat karung gabah saja untuk dimakan,’’ paparnya.
Menurut ibu dari tiga anak tersebut, hasil panen padinya saat ini sangat maksimal. Selain bulir padi yang cukup besar, juga menghasilkan nasi yang pulen dan enak. Terlebih beras baru. Selama masa penanaman juga tidak kekurangan air dan pupuk. Mengingat memang musim penghujan.
Selain itu, juga terdapat air sumur khusus untuk mengairi sawah. Jadi, membuat hasil panen semakin bagus.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Moch Rudianto mengatakan, mahalnya harga gabah saat ini karena belum ada panen dengan jumlah banyak. Diperkirakan Maret nanti baru ada musim panen padi dengan jumlah lumayan banyak. Untuk wilayah Bojonegoro yang sudah memasuki masa panen padi saat ini paling banyak di Kecamatan Baureno, Dander, dan Kapas.
‘’Jumlah total panen per Februari 2024 hanya sekitar 10.000 ha saja. Sedangkan, pada 2023 lalu jumlah total panen mencapai 151.870 ha,’’ ujarnya.
Terkait keefektifan hasil panen, menurut Rudianto, dibanding menebaskan atau langsung menjual gabah hasil panen. Akan lebih baik apabila petani bersedia menunda untuk menjual hasil panennya. Yakni, dengan cara memanen sendiri padinya, dikeringkan, dan dijual ketika harga gabah atau beras sedang tinggi. Dengan begitu, keuntungan petani akan lebih besar. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari