Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lulusan SMA di Bojonegoro Dominasi Angka Pengangguran,Pemerintah Carikan Solusi Menciptakan Lapangan Kerja

Hakam Alghivari • Kamis, 14 Desember 2023 | 20:27 WIB
Ilustrasi Penganguran  (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Penganguran (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat mendominasi angka pengangguran dibanding sekolah dasar (SD). Diduga karena banyaknya jumlah lulusan setiap tahun. Pemerintah daerah (pemda) diminta mencarikan solusi dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

‘’Karena lulusan SMA sederajat setiap tahun ini banyak. Pemda harus tanggap,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Bojonegoro Sukur Priyanto (6/12).

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMA menduduki angkat tertinggi. Yakni 9,38 persen. Kemudian, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 8,79 persen, diploma 7,80 persen, dan universitas 6,10 persen. Dilanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) 4,27 persen dan SD 1,72 persen.

Sukur menuturkan, pemerintah kabupaten (pemkab) harus menyiapkan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan masyarakat angkatan kerja usia 15 tahun ke atas.

‘’Karena laju pertumbuhan penduduk harus dibarengi lapangan kerja. Terlebih ketika APBD besar. Harusnya mampu,” ujar politikus asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas tersebut.

Untuk menciptakan lapangan kerja, lanjut dia, tidak hanya melalui program penguatan di APBD. Namun juga menarik investor dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi.

Caranya dengan memberi kemudahan regulasi dan payung hukum yang jelas. Upah minimum kabupaten/kota (UMK) lebih rendah dibanding kabupaten sekitar. Serta, infrastruktur memadai misal jalan dan jembatan.

‘’Ini harus ditangkap pemda bagaimana bisa menyusun strategi untuk itu,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menambahkan, pemkab dinilai minim program tidak ada niat menekan angka pengangguran. ‘’Salah satunya bisa dilihat dari kecilnya anggaran di disperinaker (dinas perindustrian dan tenaga kerja),” ujarnya.

Padahal, dana transfer Bojonegoro besar. Menyebabkan efek terhadap pengangguran kurang signifikan.

Selain angka pengangguran tertinggi, pencari kerja (pencaker) terbanyak juga berasal dari lulusan SMA sederajat.

Jumlah pencari kerja (pencaker) pada November 2023 sebanyak 122 pencaker. Rinciannya perempuan sejumlah 50 jiwa dan laki-laki 72 jiwa.

Latar belakang pendidikan terbanyak didominasi SMK sebanyak 40 pencaker dan sarjana atau universitas sebanyak 35 pencaker. Kemudian, diploma sejumlah sembilan pencaker, lulusan SMA sejumlah 13 pencaker, madrasah Aliyah (MA) 7 pencaker, SMP sederajat sejumlah 13 pencaker, lulusan SD 4 pencaker, dan tidak tamat SD satu pencaker.

Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bojonegoro Slamet mengatakan, lulusan SMA disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sedangkan, tingginya pengangguran lulusan SMK lantaran belum ada kecocokan kualifikasi dpencaker dengan kebutuhan kerja. ‘’Akibatnya penyerapan lulusan SMK terbatas,” jelasnya. (yna/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#dominasi #lulusan #pemda #Lapangan #pekerjaan #sma #bojonegoro #menciptakan #solusi