LAMONGAN, Radar Lamongan – Komisi B DPRD Lamongan menilai harga beras sudah melampaui HET. Anggota Komisi B, Ning Darwati, mengatakan, di lapangan harga beras menembus Rp 13.375 per kilogram (kg). Padahal, HET-nya Rp 10.900 per kg.
‘’Kita memohon adanya kenaikan harga tidak sesuai HET, bareng-bareng untuk melakukan operasi pasar atau pengawasan kepada kios yang kerjasama dengan bulog. Kalau ada kios nakal, langsung di-blacklist,’’ pintanya.
Anggota komisi B lainnya, Mahfud Shodiq, mengatakan, stok beras di Bulog masih aman. Melihat harga beras yang naik, komisinya meminta sering dilakukan operasi pasar. ‘’Dari operasi pasar bisa membantu perekonomian masyarakat,’’ katanya.
beaBaca Juga: Distribusikan 10 Ribu Ton Beras Impor di Lamongan
Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik, mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan bulog, ketahanan pangan maupun pemprov terkait kenaikan harga beras.
‘’Kami menyikapi dengan beberapa langkah, termasuk dalam satu bulan ini kami selalu berkoordinasi dengan bulog, untuk memasifkan SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan). Kita membuka peluang kepada seluruh pelaku yang di pasar, untuk sama-sama menjadi agen distributor,’’ ujarnya.
Menurut dia, dinasnya juga memperbanyak pasar murah atau operasi pasar. (sip/yan)
Editor : Hakam Alghivari