BLORA, Radar Bojonegoro - Harga beras di sejumlah pasar masih belum turun, tercatat masih kisaran Rp 12.500 per kilogram. Distribusi beras bulog belum maksimal turunkan harga.
Rencana pemkab bakal percepat distribusi cadangan beras bulog kepada masyarakat.
Sumarni, pedagang beras di pasar Jepon mengungkapkan, harga beras paling rendah masih Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi sekitar tiga minggu lalu.
Hingga kemarin (15/9) belum terjadi penurunan harga.
''Dari penyetok beras sudah naik, ini saja ambil keuntungan seribu,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pembelian beras di penyedia beras untuk pedagang juga sulit dicari. Karena alasan stok habis.
Biasanya, ia juga membeli di warga yang usai menggelar hajatan, namun langsung ludes.
''Biasanya saya beli juga di warga yang hajatan, sekarang juga sulit. Karena langsung habis, entah lari ke mana,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Prih Hartono menjelaskan, pemkab dan bulog berencana mempercepat pendistribusian beras bulog. Hal itu dilakukan untuk menekan harga beras agar tidak merangkak naik.
''Kemungkinan minggu depan,” terangnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana