Dia menjelaskan, kini harga telur sekitar Rp 30 ribu per kilogram (kg). Padahal tiga hari lalu, harga telur masih berkisar Rp 26 ribu per kg. Dia mengamati, harga telur belum bisa stabil.
Naik – turunnya harga bisa terjadi dalam jangka waktu yang cukup dekat. Yakni dua hingga tiga hari bisa berganti harga lagi. Suryani mengalami menurunnya penjualan telur. Sejumlah pembeli membeli kurang dari 1 kilogram (kg) dengan alasan harga yang mahal.
‘’Kalau mengelami kenaikan seperti ini, tentunya bisa mempengaruhi pembeli,’’ tutur Suryani kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/8).
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan M. Zamroni membenarkan jika belakangan harga telur tak stabil. Dia mengamati adanya peningkatan permintaan di pasaran. Sedangkan, pasokan telur dari peternak berkurang.
Selain itu, diakuinya, terjadi kenaikan harga pakan ternak ayam. Namun, diakuinya, kenaikan harga belum terlalu signifikan. ‘’Dari situlah mengalami kenaikan harga, serta telur tak belum bisa stabil sampai saat ini,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto