BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga telur sejak seminggu ini melambung. Sebelumnya hanya Rp 25.000 per kilogram, kemarin di tingkat peternak harganya mencapai Rp 28.000. Tentu, di pasaran harga telur menembus Rp 30.000 per kilogram.
Penyebabnya diperkirakan pengaruh pasokan dari Kabupaten Blitar berkurang. Selama ini, pasokan telur masih mendatangkan dari sejumlah daerah, terutama Blitar. Pasokan dari peternak Bojonegoro masih kurang dari kebutuhan.
Zuraidah Lutfi Ikhsani salah satu peternak ayam petelur mengatakan, harga telur saat ini melejit naik menjadi Rp 27 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram dari peternak ke toko. Sedangkan, toko atau pedagang menjual ke pembeli eceran mencapai Rp 30.000.
Bila dikalkulasi, tentu harga satu butir telur kisaran Rp 1.875. Rerata satu kilogram berisi 16 butir.
Zuraidah memperkirakan penyebab naiknya harga telur karena pasokan dari Kabupaten Blitar berkurang. Diperkitakan produksi sedikit. Terlebih waktu pendemi korona banyak peternak yang banting setir karena sempat mengalami harga murah. Sehingga peternak rugi ditambah harga pakan mahal.
Namun, harga pakan saat ini masih stabil. Sehingga untung bagi peternak. Namun tetap kesulitan untuk menjual akibat harga terlalu tinggi. “Pembeli merasa harga terlalu tinggi dan sudah berjalan satu minggu ini,” beber peternak asal Kecamatan Kanor itu. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto