RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kemarau panjang membuat musim tanam padi di Bojonegoro mundur. Namun, sejumlah petani di Kecamatan Dander, mulai kembali menanam padi meski hujan belum turun. Ketersediaan sumber air dari sumur bor, menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, petani yang mulai menanam pada kondisi kemarau ini karena memang ada sumber airnya. Seperti halnya beberapa petani di Kecamatan Dander tersebut.
“Ada sumber airnya itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).
Terkait kemungkinan perlindungan melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) jika tanaman mengalami gagal tanam atau mati akibat kekeringan, Zaenal menjelaskan, hal itu bergantung pada keikutsertaan petani dalam program asuransi tersebut.
“Melihat apakah mereka daftar atau tidak, karena AUTP itu dimulai pendaftaran petani,” jelasnya.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Musim Tanam di Bojonegoro Mundur
Sementara itu, petani asal Kecamatan Dander, Satam mengatakan, kembali memulai tanam padi saat ini. Penanaman akan dilakukan hari ini (22/10).
Meski belum turun hujan, dia melanjutkan, tetap memutuskan untuk menanam padi. Sebagaimana yang dilakukan petani-petani lain di sekitarnya. Untuk pengairan, harus mengeluarkan dana lebih untuk biaya air bersumber dari sumur bor.
"Ikut tanam sekarang karena semua, kanan kiri sawah, juga pada tanam kembali," katanya.
Meski ada sumur bor, namun menurutnya, ancaman kekeringan masih bisa menimpa. Melihat, air di rumah-rumah sekitar sawah juga dikeluhkan oleh masyarakat setempat mengalami penurunan. Dimana aliran air lebih kecil, dibanding sebelumnya. Bahkan, ada beberapa yang tidak menyala ketika siang hari dan hanya bisa digunakan ketika malam saja.
"Dibanding tahun sebelumnya, memang lebih kering sekarang. Tapi, untuk air dari sumur bor di sawah-sawah, masih aman saat ini. Karena menggunakan mesin diesel. Jadi, lebih kuat dibanding pompa air biasa yang di rumah-rumah," terangnya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah