RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Volume air Waduk Tempuran terus menyusut seiring berlangsungnya musim kemarau. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air waduk berada jauh di bawah kondisi normal.
Pengurus bagian operasi Waduk Tempuran, Giyono mengatakan, volume air saat ini sekitar 9116.80 meter kubik. Angka tersebut turun drastis dibandingkan volume normal yang mencapai sekitar 2,143 juta meter kubik.
Baca Juga: Lapangan Padel di Tepi Waduk Tempuran, Jepon Blora
‘’Kemaraunya sudah sejak bulan Mei kemarin, jadi turunnya sangat drastis,’’ ujarnya.
Menurut dia, untuk kebutuhan irigasi saat ini sudah dihentikan. Sebab, kebutuhan pengairan untuk musim tanam (MT) III telah selesai dilayani. Total lahan yang menjadi sasaran pengairan Waduk Tempuran awalnya sekitar 820 hektare.
Namun, karena ketersediaan air terus menurun, realisasi pengairan hanya sekitar 420 hektare. Selain keterbatasan volume air, kondisi jaringan irigasi juga menjadi kendala. Sejumlah saluran mengalami kerusakan, sehingga turut memengaruhi distribusi air ke lahan pertanian.
‘’Yang terealisasi 420 hektare karena volume semakin turun,’’ jelasnya.
Baca Juga: Belasan Siswa SD di Blora Alami Keluhan Sakit Perut Hingga Muntah Diduga Konsumsi MBG
Selain untuk irigasi, Waduk Tempuran juga memiliki sejumlah fungsi lain. Diantaranya sebagai sumber air baku, lokasi olahraga dayung, serta mendukung kegiatan pariwisata.
Giyono menambahkan, keberadaan Waduk Tempuran selama ini cukup membantu petani, terutama mereka yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
‘’Mekanisme untuk permintaan irigasi air ke lahan Irigasi untuk Petani P3A dan nanti di teruskan PB (Pengelola Bendungan),’’ pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Hakam Alghivari