Panen Raya, Harga Tembakau di Bojonegoro Relatif Turun

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:20 WIB
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani menjemur tembakau yang sudah dirajang, DKPP mencatat luas tanam sekitar 15.627 hektare. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani menjemur tembakau yang sudah dirajang, DKPP mencatat luas tanam sekitar 15.627 hektare. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Awal September menjadi momentum panen raya tembakau. Sejumlah wilayah mulai merasakan hasil pertanian mereka. 

Namun, tak semua sesuai harapan. Tren harganya kini cenderung turun dibanding periode Juli-Agustus.

Di sisi lain, berdasar data dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP), luas tanam tembakau mengalami kenaikan tahun ini.

Pada 2025 tercatat 12.041 hektare, sedangkan 2026 menjadi 15.627,68 hektare. Dipengaruhi iklim dan cuaca.

Agick Hertanto petani tembakau asal Kecamatan Sugihwaras mengatakan, tembakau tanamannya telah membuahkan hasil. Harga pun fluktuatif. Baik daun maupun rajang. Menurut dia, harga daun tembakau di petikan keempat berkisar Rp 4.600 per kilogram (kg).

Baca Juga: Kemarau Panjang, Petani Bojonegoro Keluhkan Panen Tembakau Tidak Optimal

Sementara, untuk kering rajang jenis British American Tobacco (BAT) di harga Rp 45-50 ribu per kg. Sedangkan rajang kering jenis jawa di kisaran Rp 42-46 ribu per kg. "Alhamdulillah sudah panen," katanya.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Mahmudi mengungkapkan, untuk daerah Bojonegoro sudah memasuki panen raya. Dari sebelumya di Agustus hanya beberapa lokasi seperti Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, Sumberrejo, dan Kepohbaru.

Dari sisi harga, lanjut dia, cenderung turun dibanding Juli-Agustus. Namun, ia belum merespons penurunan harga tersebut. "Harga kecenderungan turun dibanding periode Juli-Agustus lalu," beber dia. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
apti dkpp tembakau panen raya petani tembakau