Pemkab Bojonegoro menargetkan predikat Kabupaten Layak Anak

Dewi Safitri • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:40 WIB
LAYAK ANAK: Pemkab Bojonegoro mematankan persiapan Verlap Penilaian KLA Kabupaten Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab, kemarin (26/8). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
LAYAK ANAK: Pemkab Bojonegoro mematankan persiapan Verlap Penilaian KLA Kabupaten Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab, kemarin (26/8). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026 naik dari kategori Madya menjadi Nindya. 

Bukan sekadar peningkatan nilai, target tersebut harus dibarengi dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang nyata.

Dalam kegiatan Penguatan dan Persiapan Verifikasi Lapangan (Verlap) Penilaian KLA Kabupaten Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab, kemarin (26/8), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, Achmad Hernowo mengatakan, hasil verifikasi KLA Kabupaten Bojonegoro saat ini 729 poin. Dan, akan kembali diverifikasi keabsahannya.

Nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal kuat untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Dimana target Bojonegoro di tahun ini naik ke kategori nindya, dari sebelumnya kategori madya. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan nilai serta menyempurnakan seluruh data dukung.

“Hari ini kita fokus pada penguatan persiapan Verlap. Besok, akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis,” terangnya.

Baca Juga: Target Predikat Kabupaten Layak Anak Naik Tingkat, Dari Madya Menjadi Nindya

Dalam momen sama, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin menyampaikan, terkait perlindungan dan pemenuhan hak anak ini merupakan tugas seluruh pemangku kepentingan. Setiap tahun selalu ada perbedaan antara penilaian mandiri, evaluasi administrasi, hingga verifikasi lapangan.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro itu mematok target Bojonegoro bukan sekadar naik kategori nindya di atas kertas. Lebih dari itu, menghadirkan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara nyata di lapangan.

“Seluruh OPD diharapkan dapat menyajikan bukti dukung yang valid, responsif, dan terpadu," pintanya.

Sementara itu, Fasilitator KLA Provinsi Jawa Timur, Nanang Abdul Chanan menyampaikan, bahwa ini tahap terakhir evaluasi KLA dalam melihat perkembangan implementasi kebijakan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak. Hal ini berkelanjutan. Bagaimana anak-anak menikmati kehidupan, mengisi waktu luang, pendidikan, juga membangun kesehatan.

"Evaluasi bukan sebagai beban tapi ini berkelanjutan,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
kabupaten bojonegoro KLA bojonegoro kabupaten layak anak