Kelangkaan Daging Sapi di Bojonegoro, Pedagang Bakso: "Solusinya Apa?"

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:15 WIB
BINGUNG: Salah satu penjual Bakso di Desa Desa Mojoranu, Kecamatan Dander kebingunan dengan melonjak hingga kelangkaan stok daging sapi. Berharap pemerintah mencarikan solusi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
BINGUNG: Salah satu penjual Bakso di Desa Desa Mojoranu, Kecamatan Dander kebingunan dengan melonjak hingga kelangkaan stok daging sapi. Berharap pemerintah mencarikan solusi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kenaikan harga daging sapi turut membebani pedagang pentol atau bakso di Bojonegoro. Sebab, daging sapi merupakan bahan baku utama.

Andik, Salah satu pedagang pentol bakso di Bojonegoro mengatakan, kenaikan harga daging sangat memberatkan para pedagang. Khususnya, penjual bakso. Mengingat, bahan baku utamanya merupakan daging sapi.

“Ya yang pasti sangat memberatkan para pedagang, khususnya penjual bakso karena bahan baku utama ya daging sapi,” ujarnya.

Baca Juga: Bansos Stunting Baru Tersalur Separo

Kenaikan harga tersebut membuat biaya produksi meningkat. Pedagang pun berharap ada solusi agar harga bahan baku kembali stabil tanpa harus membebani pedagang maupun konsumen.

“Kalau tanya dampaknya pasti sudah tahu. Coba sekarang saya tanya, solusinya apa?” tegasnya.

Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro Adib Nurdiyanto mengatakan kenaikan harga daging sapi yang kini sesuai harga acuan penjualan (HAP) yaitu Rp140.000 per kilogram berdampak pada UMKM.

Baca Juga: Daging Sapi Langka, Jagal Tutup Usaha, Pedagang Sepakat Tutup

Terutama UMKM yang berjualan kuliner seperti rawon, bakso, pentol, hingga abon.

Sebagian UMKM pentol beralih ke daging ayam. Namun beberapa lainnya sampai libur berjualan. Akibat ongkos produksi yang naik.

‘’Beralih ke daging lain,” ungkapnya.

Menurut Adib kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. Tentu dengan menumbuhkan peternak sapi. Sehingga kebutuhan daging sapi bisa terpenuhi.

Adib menilai selama ini ketika kekurangan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan, pemerintah justru melakukan impor. Tentu bisa berdampak pada peternak sapi lokal. Sehingga keberadaan peternak semakin sedikit. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
penjual bakso rakyat langka daging sapi