RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah kerja Bulog Cabang Bojonegoro telah melampaui target. Hingga kini, realisasi penyaluran mencapai 101,1 persen atau 6,59 juta kilogram (kg) dari target 6,52 juta kg.
Namun, penyaluran tersebut belum merata di seluruh saluran distribusi. Pengecer di pasar rakyat menjadi saluran dengan penyerapan tertinggi, mencapai 2,8 juta kg.
Berdasarkan catatan Bulog Cabang Bojonegoro, setelah pengecer di pasar rakyat, penyaluran terbesar berasal dari instansi pelaksana Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 2,2 juta kg. Berikutnya, pengecer di luar pasar mencapai 1,2 juta kg.
Baca Juga: Penerima Banpang Bisa Kembalikan Beras ke Bulog, Jika Dinilai Beras Tidak Berkualitas
Sementara itu, penyaluran melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 94,7 ribu kg, ritel modern 89 ribu kg, dan badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD) menjadi saluran dengan penyaluran terendah, yakni 6.000 kg.
Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said mengatakan, realisasi penyaluran hingga kini telah mencapai 101,1 persen dari target yang ditetapkan. Jika dirinci berdasarkan wilayah, penyaluran tertinggi berada di Bojonegoro sebanyak 2,8 juta kg, disusul Lamongan 2,4 juta kg dan Tuban 1,2 juta kg.
Baca Juga: Bulog Bojonegoro Percepat Penyaluran SPHP
"Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui sejumlah saluran, termasuk pengecer pasar dan instansi pemerintah. Harapannya dapat memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau," kata Umar.
Selain penyaluran SPHP, Bulog juga mempercepat distribusi bantuan pangan (banpang) beras. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga terjangkau. (yna/zim)
Editor : Hakam Alghivari