RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DP3AKB) setempat, terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia remaja.
Salah satunya melalui pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) 2026 yang sukses digelar dan diharapkan mampu melahirkan figur teladan sekaligus agen edukasi bagi teman sebaya.
Kegiatan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati (wabup) dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Refleksi HAN 2026: DP3AKB Bojonegoro Bentuk Satgas PPKPA di Kecamatan
"Pembangunan SDM (sumber daya manusia harus diawali dengan perencanaan keluarga yang baik. Kualitas generasi tidak hanya ditentukan oleh pendidikan dan ekonomi, tetapi juga oleh perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang," tutur Kepala DP3AKB Bojonegoro Ahmad Hernowo Wahyutomo saat acara Grand Final Duta GenRe Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma, kemarin (6/8).
Melalui ajang Duta GenRe, tutur Hernowo, DP3AKB ingin menemukan remaja yang dapat menjadi role model, pendidik sebaya, sekaligus konselor bagi teman-temannya. Pendekatan antarremaja dinilai lebih efektif dalam menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, hingga pembentukan karakter.
"GenRe hadir bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah melahirkan generasi berkualitas yang mampu menjadi teladan. Edukasi tentang bahaya stunting dan pentingnya perencanaan masa depan menjadi bagian penting dari gerakan ini, karena berencana itu keren," tambahnya.
Baca Juga: DP3AKB Bojonegoro Catat 21.962 Perempuan Menjadi Kepala Keluarga
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) Bojonegoro Fitri Munira Pitaloka menambahkan, pemilihan Duta GenRe mendapat antusias luar biasa dari remaja Bumi Angling Dharma. Sebanyak 97 remaja putra putri turut memeriahkan dan mengikuti seleksi hingga diambil 20 peserta dari sepuluh putra dan putri dalam grand final.
"Dalam proses seleksi juga mengutamakan anak-anak hang aktif berorganisasi dan memiliki prestasi. Kami juga mendatangkan psikolog untuk deep interview selama karantina," jelas Fitri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto turut mengapresiasi atas sukses terselenggaranya pemilihan Duta Genre Bojonegoro 2026 oleh DP3AKB. Menurutnya, seluruh peserta merupakan generasi pilihan yang memiliki kesempatan menjadi motor penggerak perubahan di kalangan remaja.
"Kehadiran para peserta bukan sekadar mengikuti kompetisi, tetapi menunjukkan bahwa remaja Bojonegoro mampu menjadi generasi yang memiliki visi, perencanaan masa depan, dan karakter yang siap membangun daerah," tuturnya.
Mantan Sekretaris DPRD Bojonegoro itu menegaskan, penilaian dewan juri dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional. Dia menegaskan, penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan berbicara dan penampilan, tetapi juga karakter, integritas, wawasan terhadap isu-isu remaja, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, kepedulian sosial, serta komitmen menjalankan tugas sebagai Duta GenRe.
"Melalui pemilihan Duta GenRe, pemkab berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi pelopor perubahan, menginspirasi teman sebaya untuk merencanakan masa depan dengan baik, serta berkontribusi dalam mewujudkan SDM Bojonegoro berkualitas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya. (*/yna)
Editor : Hakam Alghivari