RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman kekeringan mulai membayangi Blora. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan lima truk tangki air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di 149 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan tahun ini.
Jumlah wilayah rawan kekeringan tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sekitar 139 desa dan kelurahan.
Kepala BPBD Blora Widodo mengatakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang sehingga potensi kekeringan juga lebih besar. Dari total 295 desa dan kelurahan di Kabupaten Blora, hampir seluruh kecamatan masuk kategori rawan kekeringan. Hanya Kecamatan Kradenan yang hingga kini belum masuk dalam daftar wilayah berpotensi terdampak.
Baca Juga: Sukseskan Kehamilan Sehat Lewat Nutrisi Tepat, Mari Belajar Langsung dari dr. Boyke di Bojonegoro
"Sebetulnya masalah kekeringan hampir setiap tahun terjadi, kecuali pada 2025. Tahun 2026 ini diperkirakan akan terjadi musim kemarau yang panjang. Sebentar lagi kita akan menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Meski sejumlah wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan, BPBD belum menetapkan status darurat bencana. Sebab, kebutuhan air bersih masyarakat dinilai masih dapat dipenuhi secara mandiri.
"Sekarang ciri-cirinya sudah mengarah ke kekeringan, tetapi belum ditetapkan status darurat karena masyarakat masih bisa mencukupi kebutuhan air," jelas Widodo.
Baca Juga: Tak Kooperatif, Debitur BPR Blora Artha Terancam Asetnya Dilelang
Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus memperbarui data melalui laporan dari pemerintah desa dan kecamatan. Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan air bersih apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
BPBD telah menyiapkan lima armada truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Seluruh armada siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila permintaan bantuan meningkat. Bahkan, BPBD membuka peluang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menambah armada distribusi air bersih.
"Kami sudah siap dengan lima armada truk tangki. Jika kebutuhan air semakin meningkat, kami juga akan bekerja sama dengan pihak ketiga," katanya.
Selain mengandalkan armada milik BPBD, distribusi air bersih juga akan melibatkan relawan, komunitas, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah itu dilakukan agar penyaluran bantuan lebih merata dan tepat sasaran. (ozi/zim)
Editor : Hakam Alghivari