RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Petani diliputi kebimbangan terkait musim tanam tahun ini. Hujan yang turun belum merata, membuat petani ragu untuk memulai tanam saat ini.
Sebaliknya, beberapa lahan sudah siap diolah. Namun, kekhawatiran gagal panen menghantui jika salah memprediksi mulai tanam.
Salah satu petani asal Kecamatan Dander, Darmini mengatakan, sudah menyiapkan lahan untuk ditanami. Untuk lahan hutan, sudah dibersihkan, bahkan sudah membeli bibit jagung hingga pupuk. Namun, masih ragu untuk menanam karena intensitas hujan yang belum pasti dan merata.
‘’Kadang hujan, kadang tidak. Jadi, mau memulai tanam masih takut,’’ katanya.
Ibu tiga anak tersebut melanjutkan, berbeda dengan lahan hutan, kalau tanam padi di lahan sawah memang sudah direncanakan. Bahkan, sudah menebar bibit padi. Rencana akhir bulan, siap untuk ditanam.
Karena di sawah memiliki sumber air dari sumur bor, sehingga tidak khawatir jika tidka hujan.
‘’Kalau di sawah ada sumur, jadi tidak takut kekeringan. Beda kalau di hutan, rawan gagal panen kalau hujannya belum merata,’’ bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, petani asal Kecamatan Temayang, Anam mengatakan, belum mulai menggarap sawah untuk ditanami. Saat ini masih dibiarkan bero (menganggur). Karena hujan belum merata dan tidak ada sumber air untuk pengairan di sawah, selain mengandalkan hujan.
‘’Orang daerah sini (Temayang) belum ada yang memulai menanam padi karena belum hujan. Hujan belum pasti, terkadang juga hanya mendung saja. Jadi, belum memulai tanam padi ataupun jagung,’’ terangnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani menyampaikan, terkait kalender tanam di Bojonegoro. Dari DKPP telah membuat surat edaran ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sehingga, para petani bisa menghubungi PPL-nya masing-masing.
‘’Bisa menghubungi PPL-nya karena tiap kecamatan berbeda,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana