BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Maraknya pengamen hingga pengemis di fasilitas umum, kian meresahkan masyarakat di Bojonegoro kemarin (4/5). Bahkan, tak jarang terdapat anak di bawah umur.
Fahruddin, warga asal Desa/Kecamatan Sukosewo menyampaikan, pengamen dan pengemis di Bojonegoro akhir-akhir ini kian marak. Khususnya, di pusat keramaian dan lampu merah seperti di Jalan Pemuda.
’’Seperti di CFD Bojonegoro kian banyak, baru sepuluh menit sudah ada lima yang datang,” terangnya kemarin. Pria yang berdomisili di Kecamatan Bojonegoro Kota itu menambahkan, kian banyak orang yang meminta-minta ini, perlu adanya solusi dari dinas terkait.
Terlebih, ada pengamen yang masih muda hingga di bawah umur. ’’Harusnya dinas terkait menggandeng Satpol PP untuk razia,” imbuhnya.
Kepala Satpol PP Bojonegoro Heru Sugiharto mengatakan, bahwa petugas di seluruh wilayah telah rutin melakukan penindakan. Menurutnya, tak jarang diserahkan ke Dinas Sosial Bojonegoro. Termasuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). ’’Kami patroli terus dan kalau ada tentu kami lakukan penertiban,” ungkapnya kemarin.
Menurutnya, sejumlah pengamen dan pengemis tersebut memiliki latar belakang bermacam-macam. Bahkan, tidak hanya berasal dari Kabupaten Bojonegoro saja. ’’Ada orang luar kota dan luar Jawa. Biasanya kami komunikasikan dengan keluarga untuk dijemput,” terangnya.
Namun, menurutnya, fungsi pembinaan pedagang kaki lima (PKL) dan kebersihan, memang tidak semuanya di Satpol PP. Seperti kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pedagang oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM).
’’Kami pengamanan apabila ada pelanggaran. Namun, sebelum penindakan tentu ada hal-hal preventif yang masing-masing dilakukan oleh OPD,” imbuhnya. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari