Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Cegah Longsor Lanjutan, Tiga Longsoran di Randublatung Dipasang Turap Kayu

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 6 Februari 2025 | 21:40 WIB
PENANGANAN: DPUPR Blora melakukan penanganan sementara terhadap tiga titik longsor di Kecamatan Randublatung menggunakan turap kayu. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
PENANGANAN: DPUPR Blora melakukan penanganan sementara terhadap tiga titik longsor di Kecamatan Randublatung menggunakan turap kayu. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Tiga lokasi longsoran di Kecamatan Randublatung telah dipasang turap kayu untuk menghindari longsoran lebih parah. Sementara, untuk pengurukan, warga dan pemdes melakukan gotong royong.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora masih mengupayakan penanganan longsor secara permanen. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengungkapkan, penanganan tiga longsoran di Kecamatan Randublatung sudah selesai.

Saat ini, penanganan longsoran menggunakan turap kayu, menghindari longsoran lebih parah. ’’Kemarin di lokasi di Dukuh Bulakan, Desa Pilang selesai, tinggal pengurugan tanah akan dilakukan oleh gotong royong pemdes,” ungkapnya.

Surat mengatakan, dua lokasi lainnya yakni di Dukuh Becici dan Bladeg turut Desa Kutukan juga telah selesai. Dengan penanganan yang sama, yakni turap kayu sebagai penahan longsoran.

’’Selama tidak ada gerakan tanah lagi bisa juga menjadi permanen, nanti dipantau perkembangannya jika nanti masih gerak masyarakat harus tetap tenang,” ungkapnya. Ia menegaskan, konstruksi turap kayu sifatnya sebagai penanganan darurat untuk mengurangi dampak kerusakan yang terjadi.

Diharapkan dapat mencegah agar longsor tidak terulang kembali. Untuk rencana penanganan lanjutan sudah diupayakan koordinasi dengan jajaran PPK OP 4 BBWS Bengawan Solo. ’’Agar pada tahun ini juga mendapatkan prioritas penanganan lanjutan,” ucapnya.

Surat mengatakan, pada tahun lalu BBWS Bengawan Solo sudah melakukan pekerjaan penanganan longsoran dengan konstruksi dinding bronjong di bagian tanggul sungai sisi bawah. Namun, belum sampai ke dinding tanggul longsor yang bagian atas.

Guna tindak lanjut koordinasi tersebut pihaknya masih menunggu informasi dari pihak BBWS Bengawan Solo. ’’Mengingat pada tahun ini anggaran pemeliharaan sungai yang dimiliki oleh BBWS Bengawan Solo juga sangat terbatas,” katanya.

Pihaknya menegaskan, Dinas PUPR Blora senantiasa mengupayakan koordinasi yang intensif agar ke depannya dapat dilakukan langkah-langkah penanganan secara permanen. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#longsor #bengawan solo #gerakan tanah #Penanganan Darurat #DPUPR Blora #kutukan #kayu #randublatung #Gotong Royong #bbws bengawan solo #longsoran #bbws #sda #blora #DPUPR #turap #PPK #Dinas PUPR Blora #tanah longsor