TERDAPAT lima wisata masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro. Namun, dari lima wisata tersebut, dua di antaranya sepi pengunjung. Yakni, wisata Negeri Atas Angin, dan wisata Puthuk Kreweng.
Berdasar data dari Perusahaan Umum (Perum) Perhutani KPH Bojonegoro, lima wisata masuk di wilayahnya. Meliputi, wisata Kayangan Api, Wana Wisata Dander, Growgoland Waterfun, Negeri Atas Angin, dan wisata Puthuk Kreweng.
Wisata-wisata tersebut rerata dikelola oleh lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) setempat. Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestry dan Ekowisata Perhutani KPH Bojonegoro Hery Nurcahyo mengatakan, hingga saat ini masih lima wisata yang masuk dalam wilayah dan dikelola oleh Perhutani KPH Bojonegoro.
Belum ada tambahan wisata baru. ’’Tidak ada tambahan (wisata baru) lagi,” ujarnya kemarin (29/9). Hery membenarkan, kondisi dua wisata masuk di wilayah Perhutani KPH Bojonegoro yang sepi pengunjung.
Menurutnya, wisata Puthuk Kreweng yang terdapat di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam tersebut sudah sepi pengunjung sejak adanya Covid-19 hingga saat ini. Sedangkan, untuk wisata Negeri Atas Angin yang berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar saat ini sedang proses mencari pengelola baru.
’’Untuk Atas Angin lagi cari pengelola baru. Kalau Puthuk Kreweng sepi sejak Corona,” terangnya. Menurutnya, selain dua wisata tersebut, tiga wisata lainnya masih berjalan seperti biasa. Untuk pengunjung tertinggi terdapat di Wisata Kayangan Api dan Growgoland Waterfun. Sedangkan, untuk Wana Wisata Dander masih berjalan seperti biasa.
‘’Masih seperti biasa kalau wisata itu,’’ pungkasnya. (ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana