BLORA, Radar Bojonegoro - Pembangunan ruas jalan Gondel-Ketuwan-Mojorembun dan jalan Sumber menelan anggaran sekitar Rp 5,44 miliar. Bersumber dari Banprov dan APBD. Saat ini, kedua ruas jalan masih berproses pembangunan.
Warga merasa bersyukur karena telah menanti pembangunan jalan sejak 22 tahun lalu. ’’Alhamdulillah puluhan tahun penantian, akhirnya jalan ini dibangun. Terima kasih, Pak Arief,”' ungkap Dwi Endah, salah satu warga Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan.
Dwi selaku guru di MI Muhammadiyah Mojorembun menilai, dengan dibangunnya jalan tersebut tentu mempermudah akses siswa-siswi berangkat sekolah. Juga arus lalu-lintas masyarakat di antara Kecamatan Kradenan dan Kedungtuban.
Alfin Bima salah satu warga Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban mengungkapkan, jika proses pembangunan jalan tuntas, maka masyarakat akan menggelar tumpengan di sepanjang jalan. Sebagai wujud rasa syukur jalan yang rusak telah diperbaiki.
’’Angan-angan warga mempunyai jalan bagus sejak puluhan tahun lalu. Semua warga di sini responsnya positif dan kelak warga ingin menggelar tumpengan,” ucapnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Nidzamudin Al Hudda menjelaskan, sumber dana paket pembangunan jalan Ketuwan-Gondel-Mojorembun dari APBD Blora. Nilainya Rp 861.086.000. ’’Pembangunan dengan panjang 335 meter dengan lebar 4,5 meter,” imbuhnya.
Sedangkan, pembangunan jalan Sumber bersumber dari anggaran Banprov dengan jumlah total sekitar Rp 4.588.502.000. Rp 5,44 miliar. ’’Dan, saat ini, progresnya sudah mencapai 70,14 persen,” paparnya. Adapun target panjang jalan 1.675 meter dengan lebar 4,5 meter.
Bupati Arief Rohman mengaku telah melakukan peninjauan pembangunan ruas jalan tersebut sekaligus menyapa warga. Pihaknya berkomitmen akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang belum tuntas. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana