BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Deretan pohon di sisi timur Jalan Rajekwesi, hingga Selasa (10/9) tinggal menyisakan akar. Proyek drainase dan trotoar di lima titik jalan tahun ini, kembali berimbas pada pohon peneduh di kawasan Kota Bojonegoro.
Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas PKP Cipta Karya Iwan Maulana mengatakan, bahwa pemangkasan pohon tersebut dilakukan untuk kelancaran selama proses perbaikan trotoar dan drainase.
‘’Untuk proyek drainase dan trotoar, ditebang karena akarnya sudah masuk (saluran drainase),” ungkapnya.
Iwan menambahkan, bahwa akar-akar pohon yang menggangu tersebut, terpaksa juga bakal diambil setelah proses penebangan batang pohon selama sepekan ini.
Tentu untuk memastikan drainase berfungsi optimal. ‘’Karena akarnya sudah masuk dan merusak saluran, akhirnya salurannya tersumbat,” terangnya kemarin.
Sementara itu, Salis, salah satu penyewa ruko di Jalan Rajekwesi mengatakan, proses penebangan sudah dimulai tampak sejak seminggu terakhir.
Meski tak ada pemberitahuan selama proses tersebut, namun hal itu lumayan mengganggu aktivitasnya berjualan. ‘’Tidak ada pemberitahuan, untungnya masih ada sedikit jalan untuk masuk ke warung,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dandy Suprayitno mengatakan, tak menerima laporan berapa pohon yang bakal ditebang.
Namun menurutnya, pohon di kawasan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. ‘’Tidak ada (laporan penebangan), karena itu proyek provinsi,” bebernya.
Berdasar Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, pembangunan saluran drainase dan trotoar terdapat di lima titik jalan, salah satunya di Jalan Rajekwesi dengan pagu anggaran Rp 6,2 miliar. Kemudian, Jalan Lettu Suwolo sebanyak Rp 6,3 miliar, jalan Rajawali Rp 6 miliar. Lalu, Jalan Mayangkoro Rp 1,1 miliar. Sehingga, total pagu anggaran sekitar Rp 19,6 miliar. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana