BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekitar 1.500 calon Jemaah haji (CJH) Bojonegoro 2025 dihimbau untuk mulai melakukan persiapan. Mulai dari persiapan keuangan untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Hingga, menjaga kesehatan, termasuk mulai melakukan pengobatan untuk CJH yang memiliki penyakit.
Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdullah Hafidz mengatakan, sosialisasi terkait persiapan haji untuk para CJH 2025 mulai digelar di Aula Kantor Kemenang Bojonegoro kemarin (27/8). Dilakukan secara bertahap selama lima hari. Yakni, kemarin (27/8) hingga Kamis (29/8). Kemudian, dilanjut pada Selasa (3/9) dan Rabu (4/9).
‘’Setiap harinya terdapat sekitar 300 CJH terundang. Sehingga, total ada sekitar 1.500 CJH berangkat 2025,’’ ujarnya.
Menurut Hafidz sapaannya, sosialisasi ini dilakukan agar para Jemaah haji berangkat 2025 memiliki persiapan untuk pelunasan. Mengingat, biaya pelunasan tidak sedikit, ada sekitar Rp 35 juta. Selain itu, agar para CJH yang akan berangkat ini memiliki kesiapan fisik. Yakni, mempersiapkan kesehatan sejak awal. Terlebih bagi para CJH yang memiliki penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, dan beberapa lainnya. Pengobatan tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari, terkadang mencapai hingga berbulan-bulan.
‘’Dengan adanya sosialisasi ini para CJH bisa melakukan persiapan sejak sekarang. Seperti, mulai mengumpulkan uang untuk pelunasan hingga persiapan kesehatan,’’ lanjutnya.
Dia menyampaikan, untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) maupun bipih 2025 belum ditentukan hingga saat ini. Namun, kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari tahun ini. Apabila terdapat tambahan juga tidak akan terlalu banyak. Sehingga, para CJH bisa melakukan persiapan dari sekarang.
‘’Pelunasan diperkirakan sekitar Februari 2025. Dengan kemungkinan tidak jauh berbeda dari 2024,’’ pungkasnya. (ewi)
Editor : Hakam Alghivari