Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Daripan Hidup Tanpa Listrik Puluhan Tahun

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 1 Agustus 2024 | 20:00 WIB
TANPA LISTRIK: Setiap malam Daripan bersahabat dengan gelap. Hanya lampu ublik yang menerangi di dalam rumahnya.
TANPA LISTRIK: Setiap malam Daripan bersahabat dengan gelap. Hanya lampu ublik yang menerangi di dalam rumahnya.

BLORA, Radar Bojonegoro - Zaman modern ini, manusia tak ada habisnya menggantungkan kehidupannya pada sumber daya listrik. Namun, tak berlaku bagi Mbah Daripan, pria asal Desa Kamolan, Kecamatan Blora itu hidup puluhan tahun tanpa listrik dan penerangan.

Daripan mengatakan, setidaknya sejak tahun 90-an dirinya hidup tanpa listrik dan penerangan. Ia hidup sebatang kara di rumah peninggalan orang tuanya. ’’Kula teng mriki mpun dangu mas (saya di sini sudah lama mas, Red). Sejak 90-an sudah di sini, merawat orang tua,” jelas pria kelahiran 1965 itu.

Ia akui sempat mendapat jaringan listrik. Namun hanya sekejap, saat covid mewabah. Padahal, ia menyebut rumahnya tak jauh dari pusat kota. ’’Selama ini nggih (ya) mengandalkan cahaya lampu ublik di malam hari,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro saat di ruang tengah rumahnya, Selasa malam (30/7).

Daripan mengaku sudah mengajukan bantuan listrik gratis ke PLN, tetapi sejauh ini masih belum ada kejelasan bantuan tersebut. Ia berharap segera mendapat bantuan listrik gratis dari PLN untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.

’’Kadang itu ada ular sawah, atau lainnya gitu masuk rumah kalau malam. Saya biarin aja, tak tinggal tidur,” jelasnya. Ia juga mengatakan, dirinya termasuk salah satu warga miskin di desanya. Sehari-hari, ia hanya menggarap lahan sawah peninggalan orang tuanya yang berada di belakang rumahnya.

Sementara, istri dan keluarganya tinggal di tempat lain.  ’’Nggih pandongane mas, mugi diparingi listrik kalih pemerintah (Iya minta doanya mas, semoga diberi listrik sama pemerintah, Red),” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Setyo Karminto mengatakan, segera menindaklanjuti keluhan tersebut.  ’’Pihak kami sudah survei. Ternyata jaraknya agak jauh. Nanti kabelnya kami coba titipkan ke tetangga. Karena jaringannya hanya 100 meter-an,” jelasnya.

Ia berharap segera bisa membantu warga tersebut secepatnya. Terlebih, dirinya sudah mengusulkan anggaran untuk bantuan tersebut. ’’Nanti kami upayakan awal bulan Agustus ini. Semoga segera tertangani,” ungkapnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#listrik #Habis Gelap Terbitlah Terang #radar bojonegoro #PLN #puluhan tahun #lampu #blora