CEPU, Radar Bojonegoro – Embung Nglebok turut Kecamatan Cepu yang rampung dibangun pada 2023, kini bakal ada pembangunan sarana tambahan. Pagu anggarannya Rp 1,4 miliar. Sarana tambahannya meliputi saluran, trash rack, paving, drainase, dan kantor lumpur.
Berdasar data dari layanan pengadaan system elektronik (LPSE) Blora, terdapat 16 peserta lelang. Namun, hanya dua peserta yang mengajukan penawaran harga. Yakni, CV Kinan Karya Gemilang menawar Rp 1,19 miliar dan CV Putro Sembodo menawar Rp 1,37 miliar.
“Perencanaan sudah disiapkan sejak awal, saat ini persiapan lelang di LPSE,” terang Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat.
Surat menjelaskan, nantinya rekanan yang terpilih akan menandatangani kontrak kerja, dan kemudian pekerjaan segera dimulai. ’’Apabila nanti prosesnya lancar dan tidak ada sanggah, jadwal berkontrak paling cepat pada 21 Agustus,” jelasnya.
Penambahan anggaran itu untuk memaksimalkan fungsi embung. Saluran embung dibutuhkan untuk mengalirkan air embung ke kali. Selain itu, drainase dan paving di sekitar embung dimaksudkan agar saat musim hujan tanah di sekitar embung bisa dipijak.
Pihaknya mengatakan, pembangunan embung tersebut bertujuan sebagai sarana untuk pengendalian banjir di Kecamatan Cepu. Dengan adanya embung, air hujan biasanya menyebabkan banjir, bisa tertampung setelah embung dibangun.
Air hujan tidak langsung menuju kali, akhirnya meluber ke pemukiman warga. ’’Kami juga telah mengupayakan untuk mengeruk kali-kali di wilayah Cepu yang mengalami pendangkalan,” jelasnya.
Sebelumnya, pengerjaan embung nglebok menelan anggaran Rp 3,6 miliar. Rekanan masih bertanggung jawab jika terjadi kerusakan seperti yang dilaporkan LSM Masyarakat pemantau keuangan negara (MPKN) beberapa minggu lalu. (luk)
Editor : Yuan Edo Ramadhana