BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sepekan terakhir ini warga Bojonegoro dan sekitarnya merasakan suhu dingin hingga 19 derajat celsius saat malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi suhu dingin masih akan melanda Bojonegoro, hingga Agustus mendatang.
Dinginnya suhu ini dipicu angin monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto Padama membenarkan adanya fenomena suhu dingin. Menurutnya, hal itu sebenarnya merupakan fenomena yang normal terjadi di musim kemarau atau menjelang puncak musim. ‘’Diperkirakan mulai Juli hingga Agustus, terkadang bisa sampai September,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Zem, sapaannya, juga mengakui bahwa suhu dingin yang dirasakan hanya terjadi di malam hari. Bahkan, kondisi di siang hari tetap panas karena kondisi langit tanpa awan membuat paparan sinar matahari langsung sampai ke permukaan bumi.
‘’Fenomena suhu lebih dingin yang terjadi tidak akan memengaruhi suhu panas di siang hari,” jelasnya.
Pihak BMKG, membantah narasi yang tersebar di masyarakat, yakni suhu dingin disebabkan fenomena aphelion atau bumi menjauhi matahari.
Sebab, hal itu tidak akan memengaruhi cuaca saat ini yang tengah memasuki puncak kemarau. ‘’Kondisi dingin terjadi disebabkan oleh angin monsun australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, beradasarkan data dihimpun, rerata suhu udara di sebagai besar wilayah di Bojonegoro sepekan terakhir mencapai 35 derajat di siang hari, dan saat malam mencapai 19 derajat celsius. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana