BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Mengeringnya lahan pertanian memasuki musim kemarau, membuat tanaman padi di enam kecamatan membutuhkan suplai air.
Hal itu mendorong dibukanya pintu air di Bendungan Gongseng sejak Rabu (5/6) hinga (15/6).
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti menjelaskan, bendungan gerak telah dibuka pada Rabu, dan diharapkan bisa menambah suplai air bagi petani.
‘’Ada 6 kecamatan, melalui sungai Pacal di sisi kanan yakni Kecamatan Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno, kemudian Sungai Pacal sisi kiri melaluiyakni Kecamatan Sukosewu, Balen, dan Kapas,’’ bebernya.
Sebelum dibukanya Bendungan Gongseng, Komisi B telah mengundang para pemangku kebijakan bersama Balai Besar Wilayah Bengawan Solo, UPT Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Dinas PU SDA Bojonegoro serta dihadiri oleh 10 Gabungan HIPPA Wilayah Pacal membahas stok dan distribusi air, dan akhirnya menyepakati dibukanya Bendungan.
‘’Sudah mulai mengalir,’’ ungkap Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi.
Menurutnya, saat ini telah memasuki hari-hari genting tanaman padi membutuhkan suplai air. Kemudian, wilayah sawah tadah hujan kawasan kali pacal yang bergantung pada Waduk Pacal dan Bendungan Gongseng.
‘’Menyepakati beberapa keputusan, antara lain dibuka kembali pintu Gongseng mulai 5 Juni 2024 sampai 10 hari ke depan,’’ jelasnya.
Diketahui, dengan kapasitas ketersediaan air sebesar 5 Juta meter kubik dengan alokasi 5 meter kubik perdetik, dengan sistem bergilir untuk lahan pertanian seluas 16 ribu hektare. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana