BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jemaah haji mulai berdatangan ke Makkah menjelang puncak haji pada 8 Zulhijah atau 15 Juni mendatang. Membuat kondisi Masjidilharam penuh bahkan overload. Bahkan terjadi pengurangan waktu jadwal operasi Bus Shalawat yang biasa mengantarkan para jemaah menuju ke Masjidilharam.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, saat ini semakin mendekati puncak haji, yakni keberangkatan para jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sehingga, banyak jemaah sudah mulai berdatangan hingga Masjidil Haram sudah dalam keadaan overload saat ini.
Bahkan, Bus Shalawat yang biasa mengantar para jemaah dari Hotel ke Masjidil Haram biasanya berangkat terakhir pukul 10.00 WAS. Namun, karena Masjidilharam sudah overload, pukul 07.00 WAS Bus Shalawat sudah dihentikan.
‘’Kalau dipaksakan, semakin banyak jemaah yang masuk, akan semakin tidak muat kondisi Masjidilharam. Dikhawatirkan keselamatan jemaah tidak baik apabila sudah terlalu over kapasitas,’’ ujarnya.
Petugas haji tersebut melanjutkan, untuk jemaah yang sehat, kuat, dan mampu tetap bisa melakukan salat jemaah di Masjidilharam. Namun, ada opsi untuk jemaah yang tidak bisa ke Masjidilharam, bisa salat di Masjid pada hotel. Termasuk ketika salat Jumat, bisa dilakukan juga di Masjid masing-masing hotel.
‘’Petugas kloter dan jemaah yang bersedia bergantian menjadi khutbah dan imam salat,’’ tambahnya.
Menurut Hafidz, salat di masjid pada masingmasing hotel memang sudah disediakan dari awal sejak kedatangan jemaah ke Makkah. Khususnya, untuk para jemaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan sakit.
Namun, karena kondisi Masjidilharam yang saat ini sudah overload, lebih banyak lagi jemaah yang salat di masjid hotel. Karena, kapasitas Masjidilharam dibatasi.
‘’Akhir-akhir ini sudah dibatasi karena kapasitas sudah melebihi. Hal ini juga bertujuan agar para jemaah haji tidak kelelahan karena berdesakan,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana