BLORA, Radar Bojonegoro - Pengangguran di Blora masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Sehingga, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Blora membuka bursa kerja (job fair). Terdapat 8.336 rekrutmen pekerjaan di 28 perusahaan.
Kepala Dinperinaker Blora Endro Budi Darmawan mengatakan, angka pengangguran masih tinggi, angkanya mencapai 3,10 persen. Pelaksanaan rekrutmen akbar ini sengaja dilaksanakan pertengahan Mei. Guna menyesuaikan jadwal kelulusan SMA sederajat.
’’Ada 28 perusahaan ikut berpartisipasi di kegiatan rekrutmen akbar ini. Juga 8.336 rekrutmen disediakan bagi pencari kerja,” ucapnya, Selasa (14/5). Endro mengatakan, rekrutmen dengan jumlah besar tersebut untuk mempermudah pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan sebagai pemberi kerja.
Perusahaan yang ikut berpartisipasi itu berasal dari luar Blora. Di antaranya, Rembang, Pati, dan Sukoharjo. ’’Perusahan lokal belum ada, kalau perusahaan lokal ini kan biasanya langsung rekrut, jadi tidak ikut,” terangnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Blora Dasiran menerangkan, angka pengangguran diupayakan untuk dikurangi dengan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Pihaknya mengakui, bahwa masalah pengangguran masih menjadi PR yang perlu diselesaikan. ’’Sangat menjadi PR, sehingga Bapak Bupati Blora, Arief Rohman saat ini sangat konsen membuka investasi di Blora,” terangnya.
Menurutnya, job fair yang digelar di GOR Mustika menjadi salah satu solusi guna mengurangi angka pengangguran yang ada di Blora. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari