BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Transportasi kereta api (KA) menjadi moda transportasi terbanyak yang digunakan sebagai sarana mudik tahun ini.
Namun, KA ekonomi lokal rute Sidoarjo-Bojonegoro yang baru dirilis 2023 itu, dikeluhkan penumpang.
Kereta dengan sistem komuter itu dinilai tak cocok untuk kereta jarak jauh, dan panjang kereta yang hanya berisi 3 gerbong mengalami penyusutan dari pendahulunya yakni KRD dengan 7 gerbong.
‘’Sejak pertama kali keluar tahun lalu sampai sekarang masih sesak, tidak ada penambahan gerbong,” ungkap Syifa Dewantara, pengamat KA.
Menurutnya, selain tempat duduk yang harus berebut, juga kondisi kabin yang terpotong separo untuk genset, membuat kereta yang kapasitasnya sudah dikurangi itu semakin kecil lagi. Hal itu dinilainya tak manusiawi.
‘’Sebenarnya ada kereta commuter Indonesia (KCI) 8, punya rangkaian cadangan yang lebih manusiawi. Tapi selama ini hanya dipakai jika komuter sedang gangguan saja,” jelasnya.
Rendi, salah satu penumpang kereta Arjonegoro mengatakan, bahwa dirinya lebih nyaman dengan rangkaian ekonomi biasa sebelum diganti commuter line Arjonegoro, sebab rangkaian commuter hanya cocok jarak dekat. Namun, tidak cocok dengan jarak tempuh 100 kilometer atau lebih dari 3 jam. ‘’Kapasitasnya lebih sempit, bahkan setengah dari rangkaian sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyampaikan, bahwa KA Ekonomi lokal rute Sidoarjo-Bojonegoro, saat ini tak lagi dioperatori oleh Daop 8 Surabaya.’’Menjadi kewenangan KCI 8 Surabaya,’’ katanya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari