BLORA, Radar Bojonegoro - Laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDRB) Blora mulai merangkak naik. Setelah turun di angka 2,66 persen, naik menjadi 3,10 persen akhir tahun lalu. Rerata semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan.
Walaupun beberapa sektor belum tumbuh maksimal. Tercatat pertanian, kehutanan, dan peternakan alami kontraksi karena kemarau panjang. Ahli Muda Bidang Statistik PDRB Badan Pusat Statistik (BPS) Blora Dewi menjelaskan, PDRB akhir 2023 lalu mencapai 3,10 persen, naik 0,44 persen dibanding 2022.
Kenaikan tersebut dinilai cukup baik. Sebab, 2022 turun di angka 2,66 persen dari tahun 2021 sebesar 3,68 persen. ’’Hasil perhitungan BPS, PDRB Blora 2023 naik 0,44 persen. Sementara, PDRB 2024 masih dalam proses,” katanya.
Dewi menerangkan, rerata semua sektor ekonomi mengalami peningkatan. Walaupun beberapa sektor masih lamban atau tumbuh negatif. Seperti halnya sektor migas masih minus 0,62 persen. Pertumbuhan itu dinilai cukup bagus melihat tahun 2022 sektor tersebut alami kontraksi parah.
’’Tahun sebelumnya migas turun drastis. Pada akhir 2023 ini tumbuh, tapi tidak terlalu cepat, kontraksinya tidak sedalam tahun 2022,” terangnya. Pihaknya memaparkan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 10,34 persen.
Hal itu disebabkan terdapat berbagai acara. Baik acara hiburan maupun keagamaan. Sehingga, sektor tersebut tumbuh pesat. Sementara tercatat sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan yang tahun ini mengalami kontraksi. ’’Diakibatkan kemarau panjang tahun 2023 lalu,” jelasnya.
Walaupun sektor migas, petanian, hutan, dan perikanan tumbuh negatif. Sektor tersebut tercatat masih menyumbang laju PDRB terbanyak. Yakni, pertambangan dan penggalian sebesar 23,47 persen dan 21,45 persen sektor pertanian, kahutanan, dan peternakan.
Wakil Ketua DPRD Blora Mustopa mengatakan, dengan pertumbuhan PDRB Blora 3,10 persen menandakan kondisi perekonomian daerah cukup baik. Berbagai inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora termasuk mendorong UMKM bergeliat bisa berdampak bagi neraca ekonomi Blora.
’’Kami mendorong agar pemkab terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi di daerah dengan berbagai program,” terangnya. Mustopa menerangkan, pada sektor ekonomi yang mengalami kontraksi perlu adanya intervensi kebijakan.
’’Sektor yang mengalami kontraksi perlu didorong juga. Agar tumbuh dan punya efek besar bagi perekonomian daerah,” katanya.Terlebih pada sektor pertanian dan kehutanan. Sebab, rerata masyarakat Blora berprofesi sebagai petani. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari