RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memprogramkan pembuatan sumur bor tahun 2023 kemarin. Pengeboran dilakukan di empat titik wilayah yang sepanjang musim kemarau terdampak kekeringan.
Selain untuk memastikan ketersediaan air kebutuhan warga, program sumur bor ini juga bertujuan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Masyarakat menyambut baik dengan terbantunya program sumur bor. Mengingat, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Salah satu titik yang sudah mendapatkan program sumur bor ini adalah masyarakat Desa Grebegan, Kecamatan Kalitidu. Wilayah tersebut sering mengalami kekeringan sepanjang musim kemarau.
Tidak hanya kesulitan air pertanian. Warga di desa tersebut juga kesulitan mendapat air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setelah dilakukannya pengeboran sumur di wilayah tersebut. Membuat masyarakat sumringah. Karena mempermudah dalam mendapatkan air yang berpengaruh pada meningkatnya perekonomian masyarakat.
“Terima kasih atas pengeboran sumur di Desa Grebegan. Sangat bermanfaat untuk kami semua, khususnya masyarakat Desa Grebegan,” ujar Fauzi salah satu masyarakat asal Desa Grebegan, Kecamatan Kalitidu.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti mengatakan, program sumur bor rerata disalurkan di wilayah tadah hujan. Namun, tetap perlu dilakukan peninjauan wilayah.
Mengingat, dapat pengeboran sumur perlu dilihat ada atau tidaknya potensi. Sehingga, harus dilakukan uji geolistrik terlebih dulu. Jadi, sumur bor tergantung wilayahnya.
“Pada 2023 lalu terdapat empat bantuan sumur bor yang telah dilaksanakan. Meliputi, di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen; Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman; Desa Simorejo, Kecamatan Kanor; dan Desa Mejuwet, Kecamatan sumberrejo,” paparnya.
Dia melanjutkan, tujuan dari pengadaan program sumur bor untuk memastikan ketersediaan air. Terlebih, tidak semua wilayah di Bojonegoro mendapat akses air dari Bengawan Solo. Selain itu, untuk produktivitas.
“Jadi, semua tujuan dari sarpras adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” pungkasnya. (ewi/cho)
Editor : Hakam Alghivari