Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pusat Kerajinan Kayu Jati di Kecamatan Kasiman Warga Bagi Peran Mulai Produksi hingga Pemasaran

Hakam Alghivari • Rabu, 31 Januari 2024 | 19:45 WIB
MINIATUR KAPAL LAUT: Frasiska, salah satu owner toko kerajinan sedang menunjukkan kerajinan miniatur kapal laut berbahan baku kayu jati. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
MINIATUR KAPAL LAUT: Frasiska, salah satu owner toko kerajinan sedang menunjukkan kerajinan miniatur kapal laut berbahan baku kayu jati. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Aneka kerajinan dari kayu jati berjejer rapi di salah satu showroom tepi jalan raya di Kecamatan Kasiman. Para perajin menyulap gelondongan kayu jati menjadi berbagai macam kerajinan menarik. Mulai dari souvenir kecil, perabotan interior, eksterior, hingga aneka furnitur.

Aneka kerajinan yang telah melalui proses finishing tersebut tampak mengkilap. Tidak hanya menarik perhatian masyarakat sekitar, tak jarang pembeli dari luar daerah juga terkesima dengan aneka kerajinan kayu jati dari Kasiman.

Salah satu pemilik showroom kerajinan kayu jati di Kecamatan Kasiman Frasiska mengatakan, sudah memulai usaha kerajinan kayu jati sejak 1996. Awalnya usaha dibuka ibunya, kemudian menurun kepada anaknya.

Pada awal pembukaan usaha, showroom miliknya belum sebesar sekarang. Bahkan, jumlahnya juga belum sebanyak sekarang. ‘’Semakin berjalannya waktu, makin banyak showroom-showroom didirikan di pinggi jalan raya,’’ ujarnya.

Kerajinan kayu jati di Kecamatan Kasiman memiliki harga beragam. Mulai dari souvenir terkecil, biasa digunakan sebagai souvenir pernikahan kisaran Rp 20.000. Paling mahal merupakan furniture, yakni hingga jutaan rupiah.

‘’Terkadang jenis furniture-nya sama, tapi harganya beda. Karena proses finishingnya berbeda, jadi juga memengaruhi harga,’’ bebernya.

Seolah memiliki bagian sendiri-sendiri, masyarakat di Kecamatan Kasiman seolah memiliki peran masing-masing. Menurut Frasiska, perajinan kayu jati di wilayahnya rerata merupakan masyarakat yang rumahnya di dalam atau jauh dari jalan raya.

Sehingga hanya membuat barang setengah jadi, kemudian di setor ke showroom di tepi jalan raya untuk dilakukan finishing dan dipasarkan.

Saat ini ada 12 karyawan yang membantunya untuk finishing di showroom. Sebelum adanya pandemi Covid-19 hampir 22 karyawan. Tapi, setelah pandemi perekonomian dan penjualan menurun.

Sehingga, jumlah perajin dan karyawan berkurang. ‘’Untuk pembeli malah rerata dari luar daerah. Kebanyakan mereka sudah pernah survei ke sini, kemudian pesan melalui telfon dan melakukan pembelian,’’ katanya

Kerajinan kayu jati sendiri telah menjadi ikon di Kecamatan Kasiman, menurut Frasiska, bisa dikatakan di Kasiman adalah satu-satunya tempat kerajinan kayu jati

Bahkan, apabila menemui aneka kerajinan, seperti hiasan kapal di daerah lain, bisa jadi itu berasal dari daerahnya.

‘’Kebanyakan tengkulak juga berasal dari luar kota. Semoga sentra kerajinan kayu jati di Kasiman bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga, bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat semakin produktif,’’ harapnya. (ewi/msu)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#kecamatan #warga #Pemasaran #kayu jati #Pusat #Produksi #bojonegoro #kerajinan #Kasiman