BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus melakukan pemerataan infrastruktur di seluruh kecamatan. Tak terkecuali di Kecamatan Temayang. Bahkan, Kecamatan berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk itu terus mengembangkan potensi di setiap desa dan infrastruktur penunjangnya.
Terlebih dengan tingginya potensi wisata dengan dibangunnya Waduk Gongseng meliputi Desa Kedungsari dan Kedungsumber. Camat Temayang Mochamad Basuki mengungkapkan, adanya Waduk Gongseng dan berdekatan dengan waduk Pacal di Kecamatan Temayang, bisa menjadi magnet secara nasional untuk Kabupaten Bojonegoro.
’’Dua titik tersebut bisa menjadi potensi obyek wisata dan pengairan. Hal itu bisa menjadi berkah bagi warga,” ungkapnya. Menurutnya, di Kecamatan Temayang sendiri terdapat potensi alam dengan sumber air, goa alam, dan adanya potensi kerajinan batik. Dibangunnya Waduk Gonseng dan infrastruktur jalan, dapat semakin menarik wisatawan.
Menurutnya, UMKM yang dikelola BUMDes yakni, perajin batik di Desa Jono dan Kedungsari Kecamatan Temayang, atau tepat berada di bawah Waduk Gongseng. Kerajinan batik merupakan potensi ekonomi dan budaya khas Bojonegoro. ’’Batik Temayang pernah memeriahkan Pameran Ekonomi Kreatif di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Oktober 2023 lalu,” terangnya.
Selain itu, berbagai infrastruktur penunjang potensi tersebut, dengan pembangunan jalan beton dan aspal, pembangunan/pelebaran jembatan, dan tembok penahan tanah (TPT). Salah satunya, jalan di Desa Kedungsari. ’’Karena kondisi tanah di sini rawan gerak dan membuat jalan cepat rusak. Namun, sejak dibangun tahun lalu masih bagus,” ungkap Fitriani, tokoh masyarakat Desa Kedungsumber.
Selain itu, kondisi wilayah dataran tinggi membuat empat dusun mengalami krisis air hingga bencana banjir. Mengatasi hal tersebut, tahun lalu mulai dilakukan perbaikan pada sektor irigasi, hingga pembangunan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam).
’’Dari dulu kalau kemarau mengalami kekeringan, dan banjir di musim hujan. Namun, saat ini mulai dilakukan perbaikan infrastruktur untuk mengatasinya,” terangnya. (*/dan)
Editor : Hakam Alghivari