BLORA, Radar Bojonegoro - Pembangunan infrastruktur jalan kawasan perkotaan masih perlu perbaikan. Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy akui pembangunan di Blora memang sudah bagus. Apalagi, infrastruktur di daerah perbatasan.
Terlebih, memang fokus pemkab Blora tahun ini masih persoalan infrastruktur jalan. Namun, ia belum puas, karena khususnya di daerah pemilihan (dapil) yang ia duduki yakni, dapil satu masih banyak sambatan warga soal infrastruktur jalan. Tepatnya, Kecamatan Blora, Jiken, Jepon, dan Bogorejo.
’’Pembangunan memang sudah bagus. Apalagi di pelosok selatan Blora memang sudah terealisasi. Hanya, di dapil kota sendiri masih banyak sambatan. Warga sambat ke DPRD ya soal jalan itu. Maka dari itu, kami upayakan selalu seperti titip pesan melalui media agar Pemkab juga menyentuh daerah kota yang belum tersentuh,” jelas pria yang akrab disapa Gus Labib itu.
Ia mencontohkan, Jalan ruas Cabak-Bleboh yang berada di Kecamatan Jiken. Menurutnya, perlu perbaikan. Setelah berupaya menyampaikan titipan masyarakat itu, akhirnya jalan tersebut bakal digarap tahun depan.
’’Nah, itu satu contoh. Sebenernya, masih banyak. Alhamdulillah, nanti Bleboh-Cabak dapat dana instruksi presiden (Inpres) 2024 dengan anggaran sekitar Rp 22 Miliar,” tuturnya
Selain itu, menurutnya beberapa ruas jalan di daerah kota juga masih perlu perbaikan. Ia menyarankan untuk Bupati sebagai orang nomor satu di Blora juga memperhatikan daerah kota.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Blora Yudi Kristiawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengusulkan lima ruas jalan agar kembali mendapatkan bantuan lewat skema Inpres pada 2024.
Lima ruas jalan itu meliputi Jalan Cabak-Bleboh. Kemudian kelanjutan pembangunan Jalan Randublatung-Getas Ngawi yang saat ini dibangun sebagian. Ketiga ruas Jalan Japah-Tunjungan. Berikutnya Jalan Nglangitan-Tunjungan. Dan, ruas Jalan Seso-Kepoh. ’’Untuk Bleboh prioritas pertama Inpres 2024. Sebenarnya, di RAPBD 2024 juga sudah muncul,” jelasnya.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBD, maka pembangunan ruas jalan tersebut tak tuntas. Sehingga, diprioritaskan usulan Inpres 2024. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari