BLORA, Radar Bojonegoro - Bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) cair hari ini (28/12). Alokasi penerima manfaat 4.086 buruh tani tembakau. Ditaksir mencapai Rp 4,9 miliar.
’’BLT DBHCHT sudah bisa dicairkan, penyerahannya akan segera dilakukan bersama Pak Bupati di pendopo hari Kamis (hari ini),” ujar Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi kemarin (27/12).
Luluk menjelaskan, pencairan mepet akhir tahun karena menyesuaikan jadwal padat agenda pemkab. Tercatat sebanyak 4.086 buruh tani tembakau bakal mengantongi uang Rp 1,2 juta per orang. Jika ditotal jumlah DBHCHT, maka yang diterima sekitar Rp 4,9 miliar.
’’Nanti ada perwakilan penerima secara simbolis. Lainnya akan langsung ditransfer melalui rekening bank masing-masing penerima,” jelasnya.
Ia memaparkan, bahwa setiap tahunnya persentase penerima BLT DBHCHT untuk buruh tani tembakau Blora berkurang. Sehingga, usai rapat dengan Pemprov Jateng, DBHCHT 2024 diproyeksikan berkurang lagi. ’’Setiap tahun berkurang, tahun 2024 turun lagi sekitar 3.700-an penerima manfaat,” katanya.
Pihaknya menerangkan, pembagian nilai DBHCHT ditentukan pemerintah pusat. Pemkab hanya menfasilitasi para penerima untuk didata dan diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Pemprov Jateng.
Waris salah satu petani tembakau Desa Mendenrejo mengatakan, bahwa para buruh tani yang bekerja dengannya belum mendapatkan alokasi DBHCHT tahun ini. Menurutnya, pembagian bantuan tersebut harus merata dan adil sesuai kondisi lapangan.
’’Tidak tahu terdata atau tidak. Soalnya, di sini saya rasa belum merata,” jelasnya.
Terpisah, Pelaksan Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Ngaliman mengatakan, data buruh tani tembakau dari dinasnya. Namun, setelah disetorkan ke Dinsos P3A disortir kembali. Disesuaikan peruntukan yang berhak menerima. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari