Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Terminal Kunduran dan Todanan di Blora Sepi Penumpang

Hakam Alghivari • Selasa, 26 Desember 2023 | 18:54 WIB
ANTREAN: Terminal Randublatung tampak masih aktif, beberapa penumpang mengantre bus yang sedang terparkir.(LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)
ANTREAN: Terminal Randublatung tampak masih aktif, beberapa penumpang mengantre bus yang sedang terparkir.(LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro - Hanya dua dari empat terminal tipe C milik Pemerintah Kabupa­ten (Pemkab) Blora yang aktif beroperasi. Yakni, Terminal Randublatung dan Ngawen. Sementara, Terminal Kunduran dan Todanan sepi penumpang.

’’Dua terminal tipe C itu (Kunduran dan Todanan) sepi penumpang. Sebab, jalannya sempit dan ken­daraan besar seperti bus belum bisa masuk,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal dan Parkir Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Suwarno kemarin (25/12).

Suwarno menjelaskan, untuk sementara terminal yang masih sering diakses warga untuk angkutan umum berada di Terminal Ngawen dan Randublatung. Walaupun tidak seramai terminal Ngawen, terminal Randublatung masih rutin muat penumpang.

Ia mengatakan, beberapa terminal butuh perbaikan. Tahun ini anggaran rehabilitasi dikucurkan pemkab hanya Rp 500 juta. Alokasi Terminal Todanan Rp 400 juta untuk pembangunan landasan. Dan, Rp 100 juta untuk pembangunan drai­nase Terminal Randublatung.

’’Untuk yang Randublatung ini sering banjir, makanya gorong-gorongnya (drainase) akan direhabilitasi,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Dinrumkimhub Blora Ruswanto menegaskan, walaupun terminal tipe C sepi pe­numpang, belum ada rencana penonaktifan terminal. Pihaknya masih berusaha agar terminal menjadi sarana pelayanan warga untuk akses angkutan umum di daerah.

’’Tidak ada rencana penonaktifan, walau memang terjadi penurunan penumpang. Karena sekarang kan banyak transportasi roda dua yang dimiliki warga,” jelasnya.

Menurut Ruswanto, sepi­nya peminat terminal tipe C juga dibarengi bus-bus yang dulunya bisa masuk antar desa di pelosok sekarang sudah banyak berkurang. Sehingga, bus antar kabupa­ten dalam provinsi (AKDP) dan antar kabupaten antar provinsi (AKAP) biasanya menarik penumpang di terminal tipe C. (luk/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#penumpang #Sepi #Terminal #blora #kunduran #Todanan