BLORA, Radar Bojonegoro - Hanya dua dari empat terminal tipe C milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang aktif beroperasi. Yakni, Terminal Randublatung dan Ngawen. Sementara, Terminal Kunduran dan Todanan sepi penumpang.
’’Dua terminal tipe C itu (Kunduran dan Todanan) sepi penumpang. Sebab, jalannya sempit dan kendaraan besar seperti bus belum bisa masuk,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal dan Parkir Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Suwarno kemarin (25/12).
Suwarno menjelaskan, untuk sementara terminal yang masih sering diakses warga untuk angkutan umum berada di Terminal Ngawen dan Randublatung. Walaupun tidak seramai terminal Ngawen, terminal Randublatung masih rutin muat penumpang.
Ia mengatakan, beberapa terminal butuh perbaikan. Tahun ini anggaran rehabilitasi dikucurkan pemkab hanya Rp 500 juta. Alokasi Terminal Todanan Rp 400 juta untuk pembangunan landasan. Dan, Rp 100 juta untuk pembangunan drainase Terminal Randublatung.
’’Untuk yang Randublatung ini sering banjir, makanya gorong-gorongnya (drainase) akan direhabilitasi,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Dinrumkimhub Blora Ruswanto menegaskan, walaupun terminal tipe C sepi penumpang, belum ada rencana penonaktifan terminal. Pihaknya masih berusaha agar terminal menjadi sarana pelayanan warga untuk akses angkutan umum di daerah.
’’Tidak ada rencana penonaktifan, walau memang terjadi penurunan penumpang. Karena sekarang kan banyak transportasi roda dua yang dimiliki warga,” jelasnya.
Menurut Ruswanto, sepinya peminat terminal tipe C juga dibarengi bus-bus yang dulunya bisa masuk antar desa di pelosok sekarang sudah banyak berkurang. Sehingga, bus antar kabupaten dalam provinsi (AKDP) dan antar kabupaten antar provinsi (AKAP) biasanya menarik penumpang di terminal tipe C. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari