BLORA, Radar Bojonegoro - Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah peribahasa yang pas untuk dunia sepak bola di Blora. Sebab, klub kebanggaan warga Blora, Persikaba, telah mati suri dari kompetisi nasional bertahun-tahun.
Ditambah lagi, tak punya stadion yang layak. Pentolan Saminista, Windy Pramudya mempertanyakan kondisi infrastruktur stadion bagi tim kesayangannya itu. Ia pun geram terhadap para pihak yang harusnya bertanggung jawab, tapi tak kunjung membuktikan janjinya. Sebaiknya, ada perbaikan agar tetap ada wadah untuk sepak bola.
’’Kami dulu tidak sepakat stadion utama kami (Kridosono) dibongkar. Walaupun sekarang banyak UMKM tumbuh. Seharusnya kan stadion tetap ada dan UMKM juga tumbuh beriringan. Biar sama-sama maju,’’ tutur pria yang akrab disapa Mas Peng saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro, Selasa (12/12).
Dalam pantauan, kolom komentar akun Instagram Persikaba juga telah dipenuhi pertanyaan para suporter terkait nasib Persikaba. Mas Peng juga mewajarkan kekecewaan masyarakat dan suporter itu.
’’Sampai hari ini masih banyak yang mempertanyakan langkah klub selanjutnya bagaimana secara langsung maupun via medsos (media sosial). Tapi, yang kami pikirkan utama itu infrastruktur. Penginnya punya wadah untuk sepak bola kami. Kami rindu Persikaba merumput dan berkompetisi lagi,” terangya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari