BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warna-warni bunga tabebuya bermekaran di sepanjang jalan protokol Bojonegoro. Cantiknya perkotaan ini bukti keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam menjalankan program yang ramah lingkungan.
Pohon-pohon mulai bermekaran di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Untung Suropati, Jalan Diponegoro, dan Jalan R.A Kartini.
Pohon peneduh ini diproyeksikan sebagai ikon kota. Wargapun berterima kasih pada Pemkab Bojonegoro.
Muqorrobin, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota mengatakan, pohon tabebuya berbunga sangat indah. Seperti bunga sakura.
Pohonnya menjadi peneduh, dan bunganya memanjakan mata. Sekaligus menjadi hiburan tersendiri. ‘’Melihat bunga tabebuya bermekaran sangat menyenangkan, karena warnanya yang cantik,’’ tuturnya.
Pria akrab disapa Robin itu menambahkan, tabebuya yang ditanam di trotoar menambah kesan modern. Karena sudah banyak kota besar yang menanamnya. Mengingatkannya saat masih kuliah di Surabaya. Dia berterima kasih atas ditanamnya tabebuya. ‘’Adanya tabebuya menjadikan Bojonegoro semakin maju, seperti Surabaya,’’ imbuhnya.
Berdasarkan data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro, total 3.473 pohon tabebuya dan pule ditanam.
Dimulai 2021 yaitu 444 pohon, 2022 sebanyak 2.442 pohon. Dan, tahun ini menenam 587 pohon. Hingga kini sudah tersebar di 21 titik jalan protokol.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, hampir semua pohon tabebuya sudah mulai berbunga, biasanya bunga mulai maksimal pada tahun ketiga.
Bunga dari pohon akan gugur beberapa hari setelah berbunga. ‘’Bunga biasanya gugur kemudian berbunga kembali,’’ jelasnya. (*/tih)