Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pedagang CFD Berebut Lapak di Alun-Alun Bojonegoro

Hakam Alghivari • Senin, 30 Oktober 2023 | 19:55 WIB
PENDATAAN: Ratusan pedagang CFD dikumpulkan oleh Disdagkop UM di tribun Alun-Alun Bojonegoro untuk pendataan ulang Minggu (29/10). Para pedagang saling berebut lapak.(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
PENDATAAN: Ratusan pedagang CFD dikumpulkan oleh Disdagkop UM di tribun Alun-Alun Bojonegoro untuk pendataan ulang Minggu (29/10). Para pedagang saling berebut lapak.(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Menjelang kepindahan lokasi car free day (CFD) dari Stadion Letjend Sudirman (SLS), ratusan pedagang mulai berebut lapak di Alun-Alun Bojonegoro Minggu (29/10). Hal tersebut menyusul kegiatan pendataan ulang oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro.

Berdasar, pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, lebih dari seratus pedagang berkumpul di tribun Alun-Alun Bojonegoro sejak pukul 14.00 kemarin. sejak pukul 14.00 WIB, hingga pukul 17.00 wib.

Rerata masih menunggu giliran penetapan nomor urut lapak. Bahkan, lokasi pedagang dipastikan akan bertambah. Membeludaknya jumlah pedagang membuat petugas kesulitan. Berdasar data Disdagkop UM, pedagang lama terdata yakni, 280 pedagang dan akan bertambah pedagang baru.

‘’Kalau tidak cukup, akan diperluas tempatnya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Perdagangan dan Usaha Mikro Disdagkop UM Bojonegoro Muhayanah.

Proses pendataan saat ini belum rampung, meski dimulai sejak dua minggu lalu. ‘’Masih proses pendataan,” ungkap Kepala Disdagkop UM Sukaemi Minggu (29/10).

Amir salah satu pedagang mengaku kebingungan mencari tempat, meski sudah berjualan di Alun-alun sejak lima tahun lalu. Membeludaknya jumlah pedagang dari stadion dan sedikitnya petugas yang mendata, mengakibatkan ratusan pedagang kebingungan.

‘’Padahal pendataan sudah dilakukan tiga kali, harusnya tujuan pendataan itu agar pedagang tidak berebut,” terang pria asal Kecamatan Kota tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, hal yang menjadi perhatian yakni, kesiapan tempat. Dan, menunggu pendataan pedagang dari disdagkop. Menurutnya, perlu kesiapan tempat, agar pengunjung tetap nyaman melakukan kegiatan CFD. ‘’Tinggal rapat finalisasi besok (hari ini), Insyaallah minggu depan sudah aktif kembali,” terangnya. (dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Lapak #bojonegoro #cfd #berebut #alun - alun #Pedagang