BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Karangnongko belum selesai hingga Rabu (18/10). Namun, pengerjaan proyek telah dimulai.
’’Pengukuran sudah selesai di semua bidang. Namun, identifikasi dan inventarisasi belum keseluruhan,” ujar Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani.
Pembangunan Bendungan Karangnongko terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Blora dan Bojonegoro. Wilayah Bojonegoro terdampak pembangunan meliputi Desa Kalangan dan Ngelo. ’’Kami terdampak dari PSN tersebut. Untuk tapak bendungan terletak di Desa Ngelo,” tuturnya.
Dia melanjutkan, lahan terdampak di Desa Kalangan sebanyak 397 bidang. Rinciannya, 155 bidang telah diidentifikasi dan inventarisasi. Sedangkan, 242 bidang lainnya belum dilakukan proses demikian. ‘’Rencana 19 hari lagi bakal diadakan appraisal,” beber pria menjabat dua periode tersebut.
Menurut dia, nominal ganti untung belum disampaikan. Namun, masyarakat terdampak menginginkan minimal besaran yakni Rp 600 ribu per meter persergi. Pembayaran ganti untung direncanakan pada 25-31 Oktober.
’’Harapannya tidak molor dari rundown. Kalau pun molor, semoga tidak jauh dari yang dijadwalkan,” ujarnya.
Sedangkan, lahan terdampak di Desa Ngelo sejumlah 265 bidang. Sejumlah 50 bidang telah diukur dan 38 di antaranya telah diumumkan hasil identifikasi dan inventarisasinya. Sisanya belum diukur, lantaran menunggu keputusan relokasi.
Masyarakat terdampak di Desa Ngelo mendesak relokasi harus jelas dengan menyertakan titik koordinat. ‘’Tahun ini sudah dimulai pekerjaan dari pemenang lelang,” tambah Kepala Desa (Kades) Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari