BLORA, Radar Bojonegoro - Kemarau panjang menjadi berkah tersendiri bagi petani tembakau. Sebab, harga jual tembakau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selain itu, kemarau panjang juga membuat tembakau bisa dipanen lebih banyak.
Kasmi, salah satu petani tembakau di Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan mengaku panen tembakau tahun ini cukup baik. Harga tembakai mengalami kenaikan. Tembakau basah harganya Rp 3.500 hingga Rp 5.000 per kilogram (kg). Tergantung kualitas tembakau yang ditanam dan dipanen.
‘’Tahun sebelumnya hanya sekitar Rp 2.000 per kg. Alhamdulillah tahun ini kok baik harganya, ‘’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Saat ditemui di depan rumahnya, Kasmi sedang menyirami rembakau yang sedang dikeringkan. Yakni tembakau krosok dengan kualitas paling bawah. Tahun lalu dihargai Rp 15 ribu per kg. Sedangkan tahun ini Rp 17 ribu per kg.
‘’Kalau punya saya ini paling rendah, kalau tembakaunya baik bisa sampai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kg,’’ katanya.
Waris, Koordinator petani tembakau Mendenrejo mengatakan, panen tahun ini membuat petani tembakau bahagia. Sebab, harganya naik. Saat musim kemarau rerata warga menanam tembakau sebagai penghidupan. Tembakau sudah panen mulai Juli, Agustus, September, dan Oktober ini masih panen.
‘’Ada daerah yang akan segera panen di Sumber dan Peting Kecamatan Randublatung. Jika belum ada hujan, bisa panen sampai Desember," katanya.
Menurutnya, petani lebih memilih sistem penen langsung dibeli, dibanding kerjasama dengan pihak ketiga mulai dari tahap penanaman. Petani bisa menentukan harga jual sesuai kondisi. Sementara jika dikerjasamakan dengan perusahaan harga ditentukan perusahaan.(luk/zim)
Editor : Hakam Alghivari