BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Belum banyak diketahui, Gua Busan dan Gua Macan di Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan bakal digarap sebagai destinasi wisata. Harapannya menarik pengunjung dan mengenalkan masyarakat potensi alam Bojonegoro.
‘’Saat ini akses jalan menuju gua belum 100 persen dibangun,” tutur Kepala Desa (Kades) Ngorogunung, Kecamatan Bubulan Karti pada Jumat lalu (13/10).
Dia melanjutkan, untuk menjadi destinasi wisata dibutuhkan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan area sekitar gua. Sedangkan, pembangunan jalan dilakukan desa baru mencapai sekitar 65 persen berupa pengerasan jalan.
Sisanya masih berupa kalenan atau jalan ceruk area sekitar menuju gua. ‘’Biasa kami menyebutnya kalenan. Jalan atau sungai-sungai kecil itu,” katanya.
Dia melanjutkan, belum ada jembatan menghubungkan sungai kecil atau kalenan tersebut untuk menuju gua. Sedangkan, untuk menjadi destinasi wisata diperlukan pembangunan insfrastuktur jalan dan jembatan. ‘’Akan dicari alternatif penyelesaiannya oleh camat,” bebernya.
Camat Bubulan Dyah Enggarini Mukti membenarkan, dua gua di Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan itu belum menjadi destinasi wisata. Padahal, potensi gua tersebut luar biasa. Yakni, bebatuan gua mengandung fosfat, memiliki nilai ekonomis.
‘’Kedua gua mengandung fosfat,” kata Enggar sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, untuk menjadi destinasi harus mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu. Serta, mencoba membuat site plan atau gambaran denah dan rencana penggunaannya. ‘’Juga, musyawarah dengan pemerintah desa (pemdes) dulu,” bebernya.
Perlu diketahui, lokasi kedua gua itu berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota atau butuh waktu sekitar 60 menit. Namun, tidak berhenti di balai desa. Guna mengeksplor gua masih dibutuhkan perjalanan sekitar tiga kilometer. Dengan jalan tidak semulus area perkotaan. Lokasinya di dalam kawasan hutan.
Adapun jarak Gua Busan dengan Gua Macan hanya satu kilometer. Kedua gua tentu menawarkan sisi eksotisme dan alami. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari