Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lukdianto Pengrajin Batik Dolokgede: Ingin Lebarkan Pasar, Tak Hanya Identik Baju Sekolahan

Hakam Alghivari • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 20:40 WIB
BATIK: Lukdianto sedang menjemur kain batik motif thengul. (Wahyu Dhani Alfiansyah/RDR.BJN)
BATIK: Lukdianto sedang menjemur kain batik motif thengul. (Wahyu Dhani Alfiansyah/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tren batik khas Bojonegoro atau Jonegaran memang masih berusia muda, bahkan rerata tempat usaha batik baru terbentuk sedekade terakhir.

Namun, hal itu justru menjadi potensi yang masih perlu dikembangkan. Seperti halnya yang dilakukan Lukdianto, pengrajin batik asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.

Sejak 2012 silam, pemuda 30 tahun itu mulai aktif mendalami seni membatik. Mulai dari desain, proses pembuatan, hingga memasarkan.

Meski tak pernah bersekolah seni secara formal, dirinya aktif memelajari batik sejak lulus sekolah. Hal itu berawal dari menimba ilmu di Kampung Batik Laweyan, Kota Surakarta. ‘’Mulai ikut pelatihan sejak usia 20 tahun, awalnya belajar di Solo,’’ ungkap pria asli Desa Dolokgede itu.

Namun, dirinya tak menampik bahwa usaha batik butuh ketekunan ekstra. Tak hanya proses pembuatannya, namun juga pemasarannya.

Dia berharap tren batik mulai menyasar pangsa pasar secara umum. Karena selama ini hanya dipesan dan digunakan oleh lembaga sekolah, hingga perusahaan.

‘’Baru mulai ada pasar umum, namun hanya untuk baju keluarga dan resepsi,’’ bebernya saat ditemui di rumah usaha batik miliknya  

Hingga kini sejumlah karya desain batik pun pernah dibuatnya. Mulai dari motif Kahyangan Api, Wayang Thengul, Waduk Pacal, Bengawan Solo, Jembatan Sosrodilogo, Wonocolo, Atas Angin, Jati hingga motif Meliwis Putih.

‘’Saat ini yang paling laku yaitu motif thengul. Lalu mulai berinovasi dengan membuat modifikasinya. Tak hanya gambar wayang thengul, namun juga tariannya,’’ ujarnya. (dan/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#pasar #Seni membatik #bojonegoro #batik #desain #pengerajin #khas Bojonegoro