Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Wacana Bangun Rumah Singgah Anjal dan Gepeng

Eka Fitria Mellinia • Jumat, 29 September 2023 | 19:40 WIB
PERLU ADA KETEGASAN: Selama ini belum ada ketegasan terhadap anjal dan gepeng. Kini sedang dibahas raperda penanganan anjal dan gepeng, yang didalamnya terdapat wacana realisasi rumah singgah.
PERLU ADA KETEGASAN: Selama ini belum ada ketegasan terhadap anjal dan gepeng. Kini sedang dibahas raperda penanganan anjal dan gepeng, yang didalamnya terdapat wacana realisasi rumah singgah.

LAMONGAN, Radar Lamongan - Anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) masih sering dijumpai di sejumlah traffic light. Ada yang mengenakan kostum badut, manusia silver, dan pakaian compang-camping. Selain itu, banyak juga gepeng yang meminta-minta di tempat perbelanjaan.

Meski kerap dirazia, tapi tak sedikit yang balik lagi mengemis. Sehingga, dibutuhkan rumah singgah penampungan dan penangan anjal dan gepeng. Sekretaris Pansus Dua DPRD Lamongan, Imam Fadlli mengaku masih sering menemui anjal dan gepeng di lampu merah.

Politisi F-Gerindra itu meminta pemerintah daerah melakukan pembinaan secara serius.  Kini, sedang diwacanakan realisasi rumah singgah, yang telah dibahas pada rancangan peraturan daerah (raperda) penanganan anjal dan gepeng. Ke depan, menurut dia, anjal dan gepeng akan ditampung di rumah singgah setelah dirazia.

‘’Itu amanah yang diamanahkan di Perda, dibentuk rumah singgah ada pembinaannya. Ada pembinaan mental dan pelatihan ekonomi,’’ tutur Imam kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Sesuai wacana, rumah singgah tersebut nantinya dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan. Selain itu dibentuk satgas penanganan terkait anjal dan gepeng. Dia berharap kebijakan tersebut nantinya membuat pembinaan terhadap anjal dan gepeng lebih serius.

‘’Saya berharap meskipun usulan dari eksekutif, penyempurnaan rumah singgah hingga satgas, bisa dialokasikan lewat anggaran,’’ ucap dia.

Kabid Trantibun Satpol PP Lamongan, Sutrisno mengatakan, pihaknya mendukung adanya rumah singgah tersebut. Sehingga, setelah dilakukan penertiban ada penanganan yang memberikan efek jera.

‘’Itu lebih bagus, karena kemarin-kemarin setelah penertiban besoknya kembali lagi. Artinya kalau sekali penertiban ada penanganan kan enak, intinya tidak kembali lagi,’’ ucapnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Lamongan, Agus menuturkan, pihaknya juga mendukung realisasi rumah singgah. Namun, diakuinya, hal yang perlu diperhatikan dari sisi anggaran.

‘’Berharap dukungan semua pihak. Insya Allah penanganan akan terlaksana dengan baik dan tidak ada masalah,’’ ujarnya. (sip/ind)

Editor : Eka Fitria Mellinia
#wacana #penampungan #rehabilitasi sosial #anak jalanan #rumah singgah #dinas sosial #lamongan