‘’Alhamdulillah ada pelebaran drainase. Karena kalau musim hujan sudah datang, kawasan sini jadi langganan banjir,” ungkap Sarpan salah satu penghuni kios di Jalan Sorogo saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (26/9).
Sarpan mengatakan, pembangunan drainase dimulai sekitar Jumat (15/9) lalu dengan membongkar drainase sempit di depan kiosnya. Saat musim hujan datang, banjir kiriman air hujan bisa mencapai setengah lutut. Tentu kondisi tersebut mersahkan warga.
‘’Air pun sempat masuk ke dalam, kalau di jalan bisa sampai setengah lutut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Firmansyah yang mengampu proyek tersebut belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi kemarin (26/9).
Diketahui, di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Blora, proyek tersebut dianggarkan sekitar Rp 1,8 miliar. Hanya 3 dari total 45 peserta lelang yang mengajukan penawaran harga. Di antaranya CV Enggal Perkasa, Jaya Abadi Kontruksi, dan CV Lima Karsa.
Akhirnya, CV Lima Karsa asal Desa Sumurboto, Kecamtan Jepon memenangkan tender tersebut. Sementara kedua lainnya dinyatakan tak melengkapi berkas dan tidak hadir dalam kualifikasi administrasi.
Kepal Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat menegaskan, beberapa drainase saluran air telah dianggarakan untuk perbaikan. Pihaknya mengungkapkan, pembangunan beberapa drainase wilayah Cepu di bidang cipta karya.
‘’Untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan drainase-drainase diperlebar. Kalau kami melakukan pengerukan sungai-sungai yang dangkal,” katanya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari