BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Traffic Light di simpang empat Jembatan Sosrodilogo ini kerap membingungkan pengguna jalan. Bahkan, beberapa kali pengendara menjadi korban kecelakaan.
Terakhir, Kamis (21/9) terjadi kecelakaan lalu lintas Jalan Rajekwesi turut wilayah Kelurahan Klangon Kecamatan Bojonegoro Kota ini, menewaskan pengendara motor asal Kecamatan Malo.
Fatab, salah satu pengendara mengatakan, kurangnya rambu pada traffic light, khususnya dari arah selatan perempatan Jembatan Sosrodilogo, terlebih adanya dua traffic light dengan tanda panah dan arah berbeda di Jalan Untung Suropati.
‘’Saya sering melihat banyak pengendara dari Jalan Untung Suropati yang langsung ikut menerobos, padahal lampu merah menyala,” terangnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Bambang Loemawan mengatakan, saat ini telah dilakukan kajian oleh bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bojonegoro.
‘’Masih dievaluasi oleh bidang keselamatan,” ungkapnya.
Laka yang kerap terjadi di perempatan Jembatan Sosrodilogo itu menjadi atensi. Selain laka diduga tabrak lari, juga lampu lalu lintas di kawasan tersebut acap kali membingungkan pengguna jalan.
Berdasarkan data Polres Bojonegoro, laka yang melibatkan motor beat diduga ditabrak oleh kendaraan roda empat pada Kamis (21/9) sekitar pukul 3.00 WIB.
Pengendara motor berinisial AA, lelaki berusia 21 tahun asal DesaTulungagung, Kecamatan Malo tewas dalam peristiwa tersebut. Namun, pengemudi Kendaraan roda empat masih tidak diketahui
‘’Identitasnya Belum di ketahui, masih dalam penyelidikan,” ungkap Kasi Humas Polres Bojonegoro Iptu Supriyanto.
Kronologi bermula saat roda empat berjalan dari arah selatan ke utara, sesampainya di TKP berbelok ke arah Jalan Untung Suropati. Namun, di saat bersamaan dari Jalan Rajekwesi menuju Jalan MH. Thamrin berjalan sepeda motor yang dikendarai oleh AA. Karena jarak sudah dekat, terjadilah kecelakaan lalu lintas.
‘’Akibatnya, pengendara motor mengalami luka luka dan meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Bojonegoro,” imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana