BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penebangan pohon di sepanjang jalan protokol akan berlanjut, kali ini menyasar ruas jalan nasional di wilayah Bojonegoro.
Hal tersebut menyusul dibukanya proses lelang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, lelang Sebanyak 583 pohon telah dijadwalkan lelang kemarin (12/9). Nmaun, mendadak ditunda.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Andi Panca Wardana mengatakan, pohon yang dilelang di sepanjang jalan nasional, tepatnya ruas Babat sampai batas Kota Bojonegoro, Kilometer (KM) Sby 74+000 sampai KM. Sby 87+000. ‘’Pohon dijual berdiri, atau proses lelang yang dilakukan ketika pohon belum ditebang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, peserta lelang diberi waktu untuk melihat barang yang dilelang pada Senin sampai Selasa atau 11-12 September, sebelum melakukan penawaran.
Karena itu, objek barang dijual apa adanya dan peserta lelang dianggap telah mengetahui kondisi pohon. ‘’Biaya tebang dan angkut ditanggung pembeli,” ungkapnya kepada Radar Bojonegoro.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Luluk Alifah menambahkan, lelang telah disampaikan dalam pengumuman penjualan langsung nomor 032/1867/412.303 Tahun 2023.
Sebelumnya, lelang dijadwalkan pada Rabu (13/9), berlokasi di ruang rapat Creative room lantai 6 Geudng Pemkab Bojonegoro.
‘’Penawaran tertutup atau close bidding, dengan kehadiran peserta,” terangnya.
Sebelumnya, BPKAD melakukan pelelangan pohon bekas peneduh di enam trotoar. Totalnya 502 telah ditebang dan dijual pada peserta lelang.
Jumlah itu dari enam trotoar yang meliputi Jalan Hasyim Asyari 26 pohon, Jalan Teuku Umar 335, dan Jalan Pahlawan 65 pohon. Selain itu Jalan Dr. Cipto 26 pohon, dan Jalan Pasar sisi barat 23 pohon dan 24 pohon di sisi timur. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari