LAMONGAN, Radar Lamongan – SMP Aplikatif Assuniyah Sunan Drajat Lamongan mengajak penonton Megkarnaval 2023 untuk belajar sejarah. Salah satunya melalui drama kolosal Dewi Andongsari dan anaknya Patih Gajah Mada.
Drama itu menceritakan Dewi Andongsari yang terusir dari kerajaan dan melanjutkan hidup di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. Gajah Mada akhirnya tumbuh menjadi seorang patih di Kerajaan Majapahit yang disegani di nusantara.
Selain menceritakan sejarah Gajah Mada, SMP Aplikatif Assuniyah Sunan Drajat Lamongan juga menampilkan sejarah dan budaya lainnya. Hal itu sesuai temanya, melestarikan budaya Lamongan.
Smp Aplikatif dibawah naungan Yayasan Murni Pendidikan Sosial Sunan Drajat yang mana juga menaungi MI favorit di Lamongan yakni MI Murni Sunan Drajat Lamongan. Pada kesempatan ini SMP ini menampilkan sejarah raja Airlangga dan Candi Pataan. Raja Airlangga yang merupkan pendiri kerajaan Kediri, bersembunyi di desa Pataan, Kecamatan Sambeng.
SMP Aplikatif juga menampilkan kesunanan di antaranya Sunan Drajat, sunan Sendang Dhuwur yang menyebarkan agama islam di wilayah pantura Lamongan Perlu diketahui SMP Aplikatif ini menerapkan sistem pendidikan Islamic Boarding School, berharap bisa mencetak generasi Robbani, Qur’ani dan cinta Nabi.
Barisan khas karnaval, yakni bhineka tunggal ika dan tarian tradisional seperti tari Mayang Madu dari Kabupaten Lamongan, ikut disertakan. Juga, bekasri, busana pengantin adat Lamongan.
Menurut Kepala SMP Aplikatif Assuniyah Sunan Drajad, karnaval ini merupakan event pertama SMP Aplikatif Sunan Drajat Lamongan yang mampu menyedot perhatian warga Lamongan. Sepanjang rute, rombongan SMP Aplikatif Assuniyah Sunan Drajat mampu memberi kesan yang mendalam dan aura positif bagi warga Lamongan. (mer/yan)